Senin, 16 Maret 2026

Batam Jadi Tuan Rumah FIBA 3×3 Juli 2026, Dorong Sport Tourism di Kepri

Berita Terkait

Turnamen Basket Dunia FIBA 3×3 digelar di Batam pada Juli 2026 mendatang. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Kota Batam akan menjadi tuan rumah rangkaian turnamen basket internasional FIBA 3×3 pada Juli 2026 mendatang.

Ajang bergengsi tersebut dipastikan menghadirkan sejumlah kompetisi sekaligus, yakni FIBA 3×3 Women Series, FIBA 3×3 Challengers, serta FIBA U-17 3×3.

Kepastian penunjukan Batam sebagai tuan rumah disampaikan Ketua Umum DPD Perbasi Kepulauan Riau, H. Suhadi.

“Alhamdulillah, kita telah menerima mandat untuk menjadi tuan rumah Women Series dan Challengers 3×3 di bulan Juli, beserta FIBA U-17 untuk 3×3,” ujarnya.

Suhadi yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, penyelenggaraan turnamen internasional ini tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi strategi untuk mempromosikan Batam sebagai destinasi sport tourism.

Menurutnya, kehadiran ajang internasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga basket, khususnya nomor 3×3, di wilayah Kepulauan Riau.

“Ini bagian dari promosi Batam sebagai daerah wisata, khususnya olahraga bola basket. Kami berharap kegiatan ini meningkatkan minat masyarakat terhadap basket 3×3 di Kepri dan Batam,” kata politisi dari Partai NasDem tersebut.

Lebih jauh, Suhadi menargetkan Batam dapat memiliki infrastruktur dan ekosistem olahraga yang memadai untuk penyelenggaraan ajang internasional di masa mendatang.

Ia berharap ke depan Batam dapat menjadi salah satu destinasi rutin untuk penyelenggaraan turnamen basket dunia.

“Harapannya Batam bisa terus menjadi destinasi rutin untuk pertandingan internasional,” ujarnya.

Kehadiran para atlet basket 3×3 dari berbagai negara diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga sekaligus perekonomian daerah.

Selain meningkatkan kualitas atlet lokal, event ini juga diperkirakan memberi efek berganda bagi sektor pariwisata dan ekonomi di wilayah Kepulauan Riau. (*)

Update