Kamis, 7 Mei 2026

Kontroversi saat Laga Bayern Munchen vs PSG: Insiden Joao Neves Tak Dianggap Handball

Berita Terkait

Bayern Munchen vs PSG
Insiden handball yang melibatkan Joao Neves saat laga Bayern Munchen vs PSG. (x.com/FaktaSepakbola)

batampos – Laga Bayern Munchen melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, memunculkan kontroversi usai bola mengenai tangan Joao Neves di kotak penalti PSG namun tak berbuah penalti.

Keputusan wasit Joao Pinheiro langsung memicu protes keras pemain Bayern Munchen dan reaksi panas dari tribun stadion.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling ramai dibahas dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu.

Hasil tersebut memastikan PSG melangkah ke final Liga Champions dengan agregat tipis 6-5 atas Bayern Munchen.

Mengapa Bayern Munchen Meminta Penalti?

Momen kontroversial terjadi pada menit ke-30 ketika Bayern Munchen membangun serangan dari sisi kanan pertahanan PSG.

Umpan silang yang dikirim Josip Stanisic berhasil dipotong kiper PSG, Matvey Safonov, sebelum bola liar jatuh di dekat Vitinha.

Dalam tekanan Jamal Musiala yang langsung melakukan pressing, Vitinha memilih menyapu bola sejauh mungkin dari area berbahaya.

Namun bola sapuan itu justru mengenai tangan Joao Neves yang berdiri tidak jauh darinya di dalam kotak penalti PSG.

Pemain Bayern Munchen langsung bereaksi keras setelah melihat kontak bola dengan tangan Joao Neves. Stadion Allianz Arena juga bergemuruh karena suporter tuan rumah menganggap PSG seharusnya dihukum penalti.

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, tampak ikut memprotes keputusan tersebut dari area teknis. Sementara wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, tetap bergeming dan memutuskan pertandingan dilanjutkan tanpa tinjauan penalti.

Apa Kata Aturan IFAB soal Handball?

Keputusan Joao Pinheiro ternyata sesuai dengan aturan resmi yang diterapkan UEFA. Regulasi tersebut berasal dari ketentuan International Football Association Board (IFAB) mengenai interpretasi handball.

Dalam aturan IFAB disebutkan insiden bola mengenai tangan tidak dianggap handball bila bola berasal dari sentuhan atau permainan rekan setim sendiri dalam situasi tertentu.

Pengecualian hanya berlaku jika bola langsung menghasilkan gol atau peluang mencetak gol sesaat setelah kontak tersebut.

“Bila bola mengenai tangan/lengan yang disebabkan oleh bola yang dimainkan oleh rekan setim (kecuali bola langsung masuk ke gawang lawan atau pemain bisa mencetak gol beberapa saat kemudian, dan bila itu yang terjadi ada tendangan bebas langsung untuk tim lawan),” demikian bunyi aturan IFAB.

Karena bola berasal dari tendangan Vitinha yang merupakan rekan setim Joao Neves, maka insiden itu tidak memenuhi unsur handball yang dapat dihukum penalti. Situasi tersebut membuat keputusan wasit dinilai sah secara regulasi meski tetap memancing perdebatan publik.

Kenapa Keputusan Ini Memicu Kontroversi?

Kontroversi muncul karena banyak penonton hanya melihat kontak bola dengan tangan tanpa memahami detail aturan handball modern.

Dalam beberapa musim terakhir, regulasi handball memang mengalami banyak revisi sehingga interpretasinya kerap membingungkan suporter.

Apalagi posisi Joao Neves berada di area penalti PSG dan kontak bola terlihat jelas dalam tayangan ulang.

Situasi itu membuat pemain Bayern Munchen yakin mereka layak mendapatkan hadiah penalti pada laga krusial semifinal Liga Champions.

Di media sosial, perdebatan mengenai keputusan tersebut langsung ramai beberapa menit setelah kejadian berlangsung.

Sebagian pendukung Bayern Munchen menilai UEFA terlalu lunak terhadap PSG, sedangkan kubu PSG menganggap keputusan wasit sudah sesuai aturan.

Insiden handball memang menjadi salah satu topik paling sensitif dalam sepak bola modern.

VAR yang diharapkan bisa mengurangi kontroversi justru sering membuat interpretasi aturan semakin diperdebatkan karena detail regulasi tidak selalu dipahami publik luas.

PSG Lolos Dramatis ke Final Liga Champions

Terlepas dari kontroversi tersebut, PSG berhasil menyelesaikan laga dengan agregat kemenangan 6-5 atas Bayern Munchen.

Hasil imbang 1-1 di Allianz Arena cukup membawa wakil Prancis itu melaju ke partai final Liga Champions musim ini.

PSG tampil efektif sepanjang dua leg semifinal meski terus mendapat tekanan dari Bayern Munchen.

Tim asuhan Luis Enrique mampu memanfaatkan kemenangan besar pada leg pertama sebagai modal penting untuk bertahan di leg kedua.

Bagi Bayern Munchen, kegagalan lolos ke final terasa semakin menyakitkan karena mereka tampil dominan dalam beberapa fase pertandingan.

Dukungan puluhan ribu suporter di Allianz Arena juga belum cukup membantu membalikkan keadaan.

Sementara bagi PSG, keberhasilan menembus final kembali membuka peluang meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Penampilan pemain muda seperti Joao Neves dan Vitinha juga menjadi sorotan penting dalam perjalanan mereka musim ini.

Kontroversi handball Joao Neves dipastikan masih akan terus dibahas dalam beberapa hari ke depan.

Namun secara aturan resmi IFAB, keputusan wasit Joao Pinheiro untuk tidak memberikan penalti kepada Bayern Munchen memang dinilai sudah tepat.(*)

 

ReporterJPGroup

Update