Kamis, 7 Mei 2026

Kecewa dengan Hadiah, Aryna Sabalenka dan Coco Gauff Ancam Boikot Grand Slam

Berita Terkait

Petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka. (Foto:@wta)

batampos – Sejumlah pemain top ATP dan WTA dikabarkan kecewa dengan keputusan penyelenggara turnamen grand slam French Open. Pasalnya, panitia hanya menaikkan total hadia sebesar 9,5 persen tahun ini.

Petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka jadi salah satu yang paling vokal. Dia bahkan menyebut opsi boikot sebagai kemungkinan nyata.

“Saya merasa itu (boikot) satu-satunya cara untuk memperjuangkan hak-hak kami,” kata Sabalenka jelang turnamen Italian Open dikutip dari BBC.

“Saya merasa pertunjukan ini bergantung pada kami. Saya merasa tanpa kami, tidak akan ada turnamen dan tidak akan ada hiburan seperti ini.”

Pernyataan Sabalenka mendapat dukungan dari Coco Gauff. Menurutnya, semakin banyak pemain yang memiliki pandangan serupa, termasuk juara Australian Open, Elena Rybakina.

“Jika semua bergerak bersama, saya bisa melihat itu terjadi 100 persen,” ujar Gauff.

Roland Garros -nama populer French Open- yang digelar 18 Mei – 7 Juni tahun ini memang menaikkan total hadiah menjadi EUR 61,7 juta (sekitar Rp 1,2 triliun), naik 9,5 persen. Akan tetapi, angka tersebut hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total pendapatan turnamen. (*)

ReporterJPGroup

Update