
batampos – FIFA mengundang Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) ke markas besarnya di Zurich untuk membahas keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia FIFA 2026.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, mengatakan partisipasi Iran dalam turnamen tersebut bergantung pada jaminan yang akan diberikan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
“Kami yakin tim Iran harus tampil di Piala Dunia. Namun keikutsertaan kami bergantung pada jaminan yang diberikan dalam pertemuan dengan Infantino,” ujar Taj kepada televisi pemerintah Iran saat menghadiri sebuah acara di Teheran.
Ia menegaskan, Iran tidak akan menerima tindakan yang dianggap sebagai penghinaan, termasuk terhadap institusi militer dan pemimpin negara.
“Jika jaminan itu diberikan, kami akan ikut Piala Dunia. Namun kami juga bisa menarik diri lebih awal jika terjadi penghinaan,” tegasnya.
Keikutsertaan Iran dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 masih menjadi tanda tanya.
Hal ini dipicu meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat sejak Februari lalu, menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Sumber AFP menyebutkan, FIFA meminta FFIRI hadir di Zurich paling lambat 20 Mei untuk membahas persiapan menuju turnamen tersebut.
Dalam undian fase grup, Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Iran dijadwalkan membuka pertandingan melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026. Selama turnamen berlangsung, tim Iran akan bermarkas di Tucson, Arizona.
Situasi politik dan keamanan yang berkembang dinilai akan sangat memengaruhi kepastian partisipasi Iran di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. (*)
