
batampos – Garudayaksa FC memastikan diri sebagai kampiun Pegadaian Championship Liga 2 musim 2025/2026 setelah menaklukkan PSS Sleman dalam laga final penuh tensi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5). Duel berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu dengan skor sama kuat 2-2 sebelum akhirnya Garudayaksa menang dramatis lewat adu penalti 4-3.
Hasil tersebut sekaligus mengantar klub berjuluk “Spirit of Garuda” promosi ke Super League musim 2026/2027 bersama PSS Sleman dan Adhyaksa FC. Gelar juara ini menjadi catatan penting dalam perjalanan Garudayaksa FC yang tampil konsisten sepanjang musim.
Euforia kemenangan terlihat di tribune Stadion Maguwoharjo. Wakil Ketua Dewan Pembina Garudayaksa Academy FC, Widjono Hardjanto dan Fary Francis, bersama CEO Garudayaksa Dusan Bogdanovic serta Pembina Garudayaksa Danang Wijaksana Sulistya, tampak larut merayakan keberhasilan bersama pemain dan pendukung tim.
Fary menilai keberhasilan Garudayaksa FC bukan hanya soal trofi, melainkan simbol munculnya semangat baru sepak bola nasional yang dibangun melalui disiplin, pembinaan pemain muda, kerja keras, dan mental bertanding yang kuat.
“Selamat atas keberhasilan Garudayaksa FC meraih gelar Juara Liga 2 dan memastikan tiket menuju Super League musim 2026/2027. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, semangat juang, dan kekompakan seluruh pemain, pelatih, manajemen, serta dukungan luar biasa para suporter,” ujar Fary.
Fary yang juga menjabat sebagai Deputi Investasi BP Batam menegaskan, keberhasilan Garudayaksa FC tidak terlepas dari komitmen Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC, Prabowo Subianto, dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih profesional, berkarakter, dan mampu melahirkan generasi pemain bermental juara.
“Keberhasilan ini menjadi bagian dari perjuangan dan komitmen Bapak Prabowo Subianto dalam membangun sepak bola Indonesia yang kuat, modern, dan mampu bersaing di level tertinggi,” tegasnya.
Sementara, Widjono Hardjanto berharap keberhasilan Garudayaksa FC menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan membawa semangat kebangkitan sepak bola nasional.
“Semoga Garudayaksa terus terbang tinggi membawa semangat baru bagi sepak bola Indonesia dan siap bersaing di kasta tertinggi Super League musim depan,” tambah Widjono Hardjanto.
Dalam pertandingan final, Garudayaksa FC tampil agresif sejak awal laga. Tim dengan julukan “Spirit of Garuda” berhasil unggul lebih dulu lewat sundulan Kelilauw pada menit ke-23 sebelum Everton menggandakan keunggulan melalui titik penalti pada menit ke-35.
Namun PSS Sleman bangkit di babak kedua lewat dua gol Gustavo Tocantins, termasuk gol dramatis di masa injury time yang memaksa pertandingan berlanjut ke extra time dan adu penalti.
Pada babak tos-tosan, kiper Garudayaksa Yuwanto Beny tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan penalti terakhir Gustavo Tocantins dan memastikan kemenangan 4-3 untuk Garudayaksa FC.
Selain gelar juara, kompetisi Liga 2 musim ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, dinobatkan sebagai pelatih terbaik setelah membawa timnya tampil impresif sepanjang musim.
Sementara, gelar pemain terbaik diraih Gustavo Tocantins dari PSS Sleman, sedangkan top skor menjadi milik Adilson Silva dari Adhyaksa FC dengan koleksi 26 gol. Penghargaan pemain muda terbaik diberikan kepada Ikram Al Giffari dari FC Bekasi City.
Keberhasilan Garudayaksa FC menjuarai Liga 2 dinilai menjadi sinyal kebangkitan klub-klub baru dengan sistem pembinaan modern yang serius membangun masa depan sepak bola Indonesia. (*)
