
batampos – Mantan psikolog Timnas Argentina mengungkap pandangannya mengenai penyebab kekalahan Albiceleste pada final Piala Dunia 2026. Menurutnya, faktor psikologis dan kondisi internal tim menjadi salah satu penyebab utama gagal mempertahankan gelar juara dunia.
Dalam keterangannya, mantan anggota staf kepelatihan tersebut menilai tekanan besar sebagai juara bertahan membuat para pemain menghadapi beban mental yang jauh lebih berat dibandingkan turnamen sebelumnya.
Ia menyebut atmosfer di dalam skuad berubah sepanjang turnamen. Tekanan untuk memenuhi ekspektasi publik serta status sebagai juara bertahan dinilai memengaruhi konsentrasi dan kepercayaan diri para pemain, terutama saat menghadapi laga final.
Menurutnya, keberhasilan Argentina pada Piala Dunia 2022 justru menciptakan ekspektasi yang sangat tinggi. Situasi tersebut membuat para pemain lebih banyak memikirkan hasil akhir dibanding menikmati proses pertandingan.
Ia juga mengungkapkan bahwa aspek mental merupakan bagian penting dalam sepak bola modern. Persiapan taktik dan fisik yang matang belum tentu cukup apabila pemain tidak mampu mengendalikan tekanan dalam pertandingan berintensitas tinggi.
Meski demikian, mantan psikolog tersebut menegaskan kekalahan Argentina tidak bisa dibebankan kepada satu individu maupun satu faktor semata. Hasil pertandingan merupakan akumulasi dari berbagai aspek, mulai dari performa lawan, strategi, hingga kondisi psikologis tim.
Ia berharap pengalaman di Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran berharga bagi Argentina untuk membangun kembali kekuatan tim menjelang kompetisi internasional berikutnya.
Sebelumnya, Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah takluk di partai final Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut mengakhiri ambisi Albiceleste untuk meraih trofi dunia secara beruntun setelah sukses menjadi juara pada edisi 2022. (*)
