Kamis, 23 Juli 2026

Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 Hadirkan Klub dari Tiga Negara

Berita Terkait

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djamy Francis saat technical meeting Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 bersama panitia dan perwakilan klub peserta di Hall IT Centre BP Batam, Rabu (22/7). Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

‎batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menyiapkan Batam sebagai salah satu pusat pembinaan sepak bola usia dini sekaligus destinasi sport tourism di Indonesia. Langkah itu ditandai dengan penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 yang akan menghadirkan klub dari Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

‎Persiapan turnamen dimulai melalui technical meeting yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djamy Francis, bersama panitia dan perwakilan peserta di Hall IT Centre BP Batam, Rabu (22/7) sore.

‎Fary mengatakan, festival tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan pertandingan sepak bola internasional, tetapi menjadi awal membangun ekosistem pembinaan pemain muda di Batam.

‎”Ini bukan hanya kompetisi sepak bola. Ini sebuah gerakan untuk menghidupkan sepak bola di Batam. Kalau sepak bola hidup, saya kira perekonomian, UMKM, hingga pariwisata juga akan ikut tumbuh,” kata Fary usai memimpin rapat.

‎Menurut dia, pembinaan harus dimulai sejak usia dini agar Batam mampu melahirkan pesepak bola yang dapat bersaing di level nasional maupun internasional. Karena itu, kompetisi akan diawali dari kelompok usia U-8, U-10, dan U-12 sebagai fondasi pembinaan pemain muda.

‎Rangkaian kegiatan dibuka melalui Batam Grassroot Football Festival kategori U-8, U-10, dan U-12 yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal.
‎Selanjutnya, Batam Grassroot Football International akan digelar pada 14–16 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas dengan menghadirkan peserta dari luar negeri.

‎Puncak kegiatan berlangsung melalui Batam International Football Series pada 22–23 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas yang mempertemukan empat klub, yakni Batam Premier FC, Geylang International FC dari Singapura, Garudayaksa FC dari Indonesia, dan Indera FC dari Brunei Darussalam.

‎Keempat tim akan bertanding menggunakan sistem gugur. Pemenang pertandingan akan saling berhadapan hingga menghasilkan juara.

‎Menurut Fary, penyelenggaraan festival ini juga menjadi tindak lanjut kerja sama BP Batam dengan Garudayaksa FC, klub yang baru promosi ke Liga 1 Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, BP Batam berencana membangun pusat pembinaan atau akademi sepak bola di Batam.

‎”Kami akan mencari pemain-pemain potensial dari Batam maupun daerah sekitar. Setelah diseleksi, mereka akan dibina melalui akademi agar benar-benar dipersiapkan menjadi pemain profesional,” ujarnya.

‎Ia menilai pembinaan melalui akademi jauh lebih terarah dibanding sekadar sekolah sepak bola biasa karena memiliki kurikulum, pelatih, dan jenjang kompetisi yang jelas.

‎Selain menghadirkan klub dari luar negeri, festival ini juga akan diramaikan oleh sejumlah legenda sepak bola Indonesia yang tergabung dalam Football Indonesia Forever, organisasi yang beranggotakan mantan pemain Tim Nasional Indonesia.

‎Beberapa mantan pemain timnas era 1980-an dijadwalkan hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus mengikuti pertandingan persahabatan bersama legenda sepak bola Batam. Pelatih nasional Rahmad Darmawan juga direncanakan hadir untuk memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

‎Fary mengatakan, misi festival tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga memperkuat hubungan olahraga di kawasan Batam-Johor-Singapura-Brunei.

‎Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis untuk menjadi titik temu penyelenggaraan berbagai event olahraga internasional karena didukung kawasan industri, akses transportasi, serta kedekatan dengan negara tetangga.

‎”Kita ingin membangun persahabatan melalui sepak bola. Batam memiliki peluang besar menjadi panggung baru sepak bola di kawasan Asia Tenggara,” katanya.

‎Untuk mendukung penyelenggaraan festival, BP Batam juga menggandeng pelaku UMKM agar dapat membuka stan selama pertandingan berlangsung. Kerja sama juga dilakukan dengan perusahaan pelayaran dan operator kapal untuk memberikan kemudahan transportasi bagi peserta maupun tamu dari luar daerah dan luar negeri.

‎Seluruh pertandingan nantinya dapat disaksikan masyarakat secara gratis. Fary berharap penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melahirkan pemain-pemain muda berkualitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan pariwisata di Batam.

‎”Harapan kami, Batam bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga menjadi kota yang mampu melahirkan pemain sepak bola profesional sekaligus menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional,” ujarnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update