Rabu, 28 September 2022

Bertekad Jadi Juara, Abdul Gigih Berlatih Taekwondo Sejak SD

Berita Terkait

Abdul saat berlatih di Dojang Kharisma Bangsa Batam,

batampos- Berlatih taekwondo, bagi Abdul Rachmat Lewaimang bukan hanya sekadar olahraga. Namun, agar tetap bugar juga untuk menjaga diri. Karena itu, dia gigih berlatih. Ketertarikan Abdul Rachmat Lewaimang pada taekwondo berawal ketika dia masuk sekolah dasar di sekolah Kalista Batamcntre, saat itu Abdul melihat di majalah dinding sekolahnya terpampang foto Hianwi Fardiman kakak kelasnya yang juga atlet taekwondo yang saat itu menjuarai kejuaraan taekwondo di tingkat nasional. Saat itu juga Abdul mengatakan kepada kedua orangtuanya ingin menjadi atlet taekwondo seperti Hianwi Fardiman kakak kelasnya.

Kegemaran pemegang sabuk hitam ini terhadap olahraga bela diri taekwondo, juga mendapat dukungan kedua orangtuanya. Itu pula yang memicunya untuk memberikan yang terbaik terhadap olahraga yang digemarinya. Alhasil, putra kelahiran Batam 21 Februari 2006 ini dipercayakan orangtuanya untuk berlatih di Dojang Kharisma Bangsa Batam. Abdul yang mulai berlatih sejak kelas 1 SD ini memang cukup berbakat, terbukti siswa kelas 2 SMA Presiden, Bekasi ini telah mengoleksi banyak medali yang dia dapatkan di ajang kejuaraan tingkat daerah, nasional bahkan internasional.

BACA JUGA:Atlet Taekwondo Kharisma Bangsa Borong 17 Medali di Kejuaraan STKDG International ePoomsae Championship 2022

Sebut saja medali perunggu di kejuaraan terbuka Daedo VI Singapore International yang berlangsung di Toa Payoh Sport Hall Singapore tahun 2018 lalu. Medali emas di Kejurnas Nasional Taekwondo ICTU yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018. Medali perunggu dalam ajang Taekwondo International Championship 2019 yang digelar di Gor Purna Krida, Provinsi Bali, dan yang terbaru medali emas di Kejuaraan World Changmookwan Hawai Internasional 2022.

Anak kedua dari pasangan Siti Hajiah dan Basri Lewaimang ini mengaku, semenjak berlatih taekwondo banyak manfaat yang dia dapatkan seperti, lebih disiplin, percaya diri, berani dan lebih mudah bersosialisasi. “Manfaatnya banyak sekali, saya lebih percaya diri juga lebih disiplin dan itu sampai saat ini terbawa dalam kehidupan saya sehari-hari,” kata remaja yang bercita-cita menjadi Perwira TNI AD itu.

Adik dari Farra Auzara Lewaimang ini merasa senang atas pilihannya menekuni taekwondo, karena dengan terjun ke olahraga ini, katanya, dia bisa lebih mandiri dan bangga bisa membuat bangga keluarganya, pelatihnya dan guru-gurunya atas prestasi yang diraihnya. “Alhamdulillah karena taekwondo saya bangga karena bisa membuat bangga orang-orang yang saya cintai,” katanya.

Kedepannya Abdul mengaku ingin menjadi atlet yang selalu berprestasi dalam setiap kejuaraan, dan selalu menjadi pribadi yang rendah hati, menjadi sosok remaja yang mampu menghormati siapa saja. Sementara itu Siti Hajiah mengaku, sebagai orangtua, dirinya merasa senang dan bangga atas prestasi yang diraih anaknya, karena Abdul tak hanya mewakili Kota Batam dan Provinsi Kepri saja, namun juga mengharumkan bangsa dan negara dari olahraga taekwondo. Katanya, sebagai orangtua dirinya selalu mendukung semua kegiatan yang positif buat anak-anaknya.

“Kita semangati terus tapi tidak memaksa. Apa lagi kita semakin senang karena anak kita ini dalam taekwondo merupakan keinginan mereka. Setelah ini tentu kita harapkan anak-anak mampu meraih prestasi lebih baik lagi. Mampu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya,” ungkapnya.

“Selama berlatih di Dojang Kharisma Bangsa, prestasinya Alhamdulillah. Apalagi dalam hal akademik Abdul pun unggul dan pernah menjuarai Olimpiade Matematika. Selain prestasi yang didapatkan, anak saya juga menjadi pribadi yang menyenangkan, dia lebih displin, mudah bergaul, sopan kepada siapa saja, dan pandai membawa diri dimana pun berada,” katanya lagi.

Hajiah mengaku dari sederet prestasi yang diraihnya putranya itu, ada hal yang membuatnya lebih bangga dari Abdul, Hajiah bercerita, meskipun Abdul mempunyai kemampuan bela diri namun kemampuannya itu hanya dia gunakan saat dalam arena pertandingan saja, dan Abdul hingga saat ini tak pernah berkelahi dimana pun dia berada. “Abdul pernah bercerita kepada saya, meskipun teman-teman di sekolahnya tubuhnya lebih besar dari Abdul namun semua teman-temannya segan dan menaruh rasa hormat kepada Abdul,” kata Hajiah.

Selama Abdul berlatih di Dojang Kharisma Bangsa, sebagai orangtua, Hajiah dan Basri mengaku sangat terbantu, karena Sabeum Soewito Trikusuman dan Master Siauw Lung Wu pelatih di Dojang Kharisma Bangsa mendidik anaknya secara disiplin, tegas juga penyayang yang selalu mendorong anak-anak yang berlatih di dojang tersebut untuk terus berprestasi.

“Kami sudah seperti keluarga, Sabeum Soewito dan Master Siauw Lung Wu terus mendorong anak-anak kami menjadi anak yang bermental baja, tangguh sekaligus mengarahkan anak-anak kami untuk senantiasa melakukan kegiatan positif,” ujar Hajiah.

Hajiah menilai Dojang Kharisma Bangsa Batam ini sebuah wadah yang disiplin yang menanamkan nilai-nilai tanggungjawab dan kejujuran. Menumbuhkan jiwa kebersamaan serta kesetiakawanan. Atlet-atlet yang berlatih di dojang tersebut pun dinilainya bisa menjadi generasi yang tanggguh.

Sementara itu Sabeum Soewito Trikusuman mengatakan, bahwa Dojang Kharisma Bangsa Batam tempatnya melatih selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan tanggungjawab kepada anak didiknya agar kelak anak didiknya selain tangguh di arena juga sopan dan santun di dalam pergaulan sehari-hari agar dapat menjadi contoh dimana pun mereka berada.

“Dari atlet yang kami bina di sini kami tidak berharap muluk-muluk yang penting bagi kami bahwa mereka yang kami latih di sini bisa menjadi pribadi yang baik, rajin, disiplin, bertanggungjawab dan tangguh. Adapun kalau mereka meraih juara pada pertandingan-pertandingan yang mereka ikuti itu merupakan bonus dari ketekunan dan kedisiplinan mereka dalam berlatih,” ujar pemegang sabuk hitam Dan IV Internasional Kukkiwon itu. (*)

Update