Rabu, 28 September 2022

Tim Indonesia Pecah Telur, Raih Tiga Medali Emas Sekaligus

Berita Terkait

Lifter putri Indonesia Siti Nafisatul Hariroh meraih tiga emas pada Islamic Solidarity Games 2021 Konya. (Konya2021)

batampos – Tim Indonesia pecah telur medali pada Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 Konya, Turki. Lifter Siti Nafisatul Hariroh menjadi pahlawan Indonesia dengan menyapu bersih 3 emas pada angkat besi kelas 45 kg.

Tampil di Konya International Fair Center, Siti meraih emas dengan total angkatan 159 kg (snatch 71 kg dan clean&jerk 88 kg). Dengan hasil tersebut, Siti berhak meraih tiga medali emas dalam setiap angkatan.

“Perasaan saya sangat senang bisa meraih medali emas pertama untuk Indonesia. Hasil ini tidak saya duga. Saya juga tak pernah menyangka bisa mendapatkan medali emas. Emas ini saya persembahkan untuk Indonesia, orang tua, dan pelatih saya,” kata Siti dikutip dari siaran pers NOC Indonesia.

Siti langsung unggul ketika memulai percobaan angkatan snatch pertamanya yaitu 66 kg. Pada pencobaan kedua, tim pelatih memberi tambahan 3 kg untuk Siti. Attempt kedua itu berhasil berhasil diangkat olehnya.

Siti menyempurnakan angkatan snacth-nya di percobaan ketiga karena sukses mengangkat 71 kg dan memperkuat posisi di antara para persaingnya.

Siti lagi-lagi unggul lewat angkatan clean&jerk. Pada percobaan pertama, Siti berhasil mengangkat 85 kg. Sukses serupa juga terjadi pada percobaan kedua, yakni 88 kg.

Hanya saja, pada percobaan ketiga saat tim pelatih menargetkan 91 kg, Siti tidak berhasil mengangkat. Dengan demikian, Siti membukukan total angkatan 159 kg dan berhak atas medali emas.

Sementara medali perak diraih oleh wakil tuan rumah Turki Cansu Bektas yang mengoleksi total angkatan 151 kg (snatch 65 kg dan clean&jerk 86 kg). Sedangkan perunggu diamankan lifter Azerbaijan Nabila Ismayilova yang membukukan 121 kg (snatch 54 kg dan clean&jerk 121 kg).

“Ada sedikit nervous saat tampil di awal. Apalagi, angkatan clean&jerk sempat hanya terpaut 2 kg saja dengan Cansu Bektas. Alhamdulillah hasil saya bisa tetap di atas, meskipun ketika percobaan clean&jerk terakhir saya tak berhasil dikarenakan kurang siap karena itu bisa dibilang angkatan terrtinggi saya,” kata Siti.

Selain Siti, lifter putra Indonesia Satrio Adi Nugroho berhak atas raihan tiga medali perunggu di kelas 55 kg putra. Satrio berada di posisi ketiga dengan membukukan total angkatan 244 kg (snatch 110 kg dan clean&jerk 134 kg).

Arli Chontey (Kazakhstan) mendapatkan dua emas dari total angkatan 253 kg dan clean&jerk 139 kg serta satu perak untuk angkatan snatch 114 kg.

Lifter Arab Saudi Mansour Alsaleem mendapat satu emas di angkatan snatch 115 kg dan dua perak untuk angkatan clean&jerk 137 kg dan total angkatan 252 kg.

Indonesia meraih medali lagi lewat atlet atletik Emilia Nova. Emil meraih perunggu di nomor 100 m halang rintang putri dengan membukukan catatan waktu 13,59 detik. Atlet Turki Sevval Ayaz mendapat emas dengan catatan waktu 13,21 detik. Dia disusul Naomi Akakpo (Togo) meraih perak dengan catatan waktu 13,40 detik.

Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ISG Rafiq Hakim Radinal bangga akan raihan prestasi yang telah didapatkan Siti, Satrio, dan Emil. Dia meyakini medali emas Siti mampu memacu motivasi atlet-atlet Indonesia lainnya untuk meraih prestasi tinggi di ISG Konya.

“Kondisi ini agak berbeda karena biasanya perebutan tiga medali untuk setiap angkatan ada di single event angkat besi, tetapi itu yang disepakati saat technical meeting,” ucap Rafiq.

“Bahkan saat upacara penyerahan medali pun atlet kita dikalungkan tiga medali. Untuk pastinya, kami akan tunggu update resmi dari panitia,” tambahnya.

Sebelum raihan Siti dan Satrio, Indonesia sudah mendapatkan satu perak dan satu perunggu. Perak dipersembahkan pembalap sepeda Ayustina Priatna di nomor omnium elite putri. Sedangkan perunggu didapatkan Eki Febri Ekawati yang turun di nomor tolak peluru putri. (*)

 

Reporter: JPGroup

Update