
batampos – Brasil akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Maroko pada laga pertama Grup C yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menarik pada pekan pembuka karena mempertemukan dua tim yang datang dengan reputasi dan ambisi besar.
Bagi Brasil, turnamen kali ini menandai awal era baru bersama Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia tersebut dipercaya membawa Selecao kembali ke jalur kejayaan setelah beberapa edisi Piala Dunia berakhir di bawah ekspektasi.
Sebagai negara dengan koleksi lima gelar juara dunia, tekanan yang dihadapi Brasil tentu tidak pernah kecil. Apalagi, sudah lebih dari dua dekade sejak mereka terakhir kali mengangkat trofi pada tahun 2002.
Kehadiran Ancelotti memberikan harapan baru bagi publik Brasil. Pengalamannya menangani klub-klub elite Eropa membuat banyak pihak optimistis ia mampu membangun tim yang lebih matang dan stabil.
Meski demikian, tantangan pertama yang menanti tidak bisa dianggap ringan karena Maroko datang dengan status salah satu tim paling berbahaya dari Afrika.
Persiapan Brasil menuju turnamen ini terbilang cukup meyakinkan. Dalam dua laga pemanasan terakhir, mereka berhasil mengalahkan Panama dengan skor telak 6-2 sebelum menundukkan Mesir 2-1.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa lini serang Brasil tetap memiliki daya ledak tinggi meski belum tampil dengan kekuatan penuh.
Sorotan utama masih tertuju pada Neymar. Bintang senior Brasil itu kembali masuk radar tim nasional setelah sempat lama absen akibat cedera.
Namun kondisinya belum sepenuhnya fit dan kemungkinan besar belum menjadi pilihan utama pada laga pembuka. Situasi ini membuat Brasil akan banyak mengandalkan kreativitas Vinicius Junior, ketajaman Raphinha, serta peran penting Bruno Guimaraes di lini tengah.
Vinicius diperkirakan menjadi sosok yang paling diharapkan mampu membongkar pertahanan Maroko. Kecepatan, kemampuan dribel, dan naluri menyerangnya dapat menjadi senjata utama Brasil untuk menciptakan peluang.
Di sisi lain, Raphinha juga sedang berada dalam performa yang cukup baik dan berpotensi memberikan ancaman dari sisi sayap.
Meski lebih diunggulkan, Brasil tidak boleh memandang sebelah mata lawannya. Maroko telah membuktikan kualitas mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Kesuksesan mencapai semifinal Piala Dunia 2022 masih menjadi pencapaian bersejarah yang mengubah cara dunia memandang sepak bola Afrika.
Saat itu, Maroko berhasil menyingkirkan sejumlah tim kuat Eropa dan tampil disiplin sepanjang turnamen.
Mentalitas tersebut masih menjadi modal penting bagi Atlas Lions meskipun kini mereka memasuki era baru bersama pelatih Mohamed Ouahbi.
Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 juga menunjukkan bahwa Maroko tetap berada dalam kondisi kompetitif.
Mereka mencatat kemenangan meyakinkan atas Burundi dan Madagaskar sebelum bermain imbang melawan Norwegia. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa keseimbangan antara pertahanan dan serangan masih menjadi kekuatan utama tim ini.
Maroko tetap memiliki sejumlah pemain yang mampu membuat perbedaan. Achraf Hakimi menjadi figur sentral di lini belakang sekaligus sumber serangan dari sisi kanan. Kecepatannya dalam membantu transisi sering kali menjadi senjata yang sulit dihentikan lawan.
Selain Hakimi, Brahim Diaz juga diprediksi memainkan peran penting. Pemain kreatif tersebut semakin matang dan konsisten bersama tim nasional.
Kemampuannya menemukan ruang serta melepaskan tembakan dari berbagai posisi membuat Brasil wajib memberikan perhatian khusus.
Namun, Maroko juga menghadapi beberapa kendala menjelang pertandingan. Cedera yang dialami sejumlah pemain belakang berpotensi mengurangi soliditas pertahanan mereka. Situasi ini bisa dimanfaatkan Brasil yang dikenal memiliki kualitas individu sangat baik di area sepertiga akhir lapangan.
Secara kualitas skuad, Brasil memang masih berada satu tingkat di atas Maroko. Kedalaman pemain yang dimiliki Selecao memungkinkan mereka tetap tampil kompetitif meskipun beberapa pemain utama tidak berada dalam kondisi terbaik. Faktor pengalaman bermain di level tertinggi juga menjadi keunggulan tersendiri.
Meski demikian, laga pembuka turnamen sering kali berjalan berbeda dibanding pertandingan biasa. Tekanan, atmosfer kompetisi, dan pentingnya meraih poin pertama dapat membuat jalannya pertandingan berlangsung lebih ketat.
Maroko tentu memahami bahwa hasil positif melawan Brasil akan membuka peluang besar mereka untuk melangkah ke fase berikutnya.
Pertandingan diperkirakan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Brasil kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola dan mencoba menekan melalui kombinasi serangan dari kedua sayap.
Sementara itu, Maroko berpotensi mengandalkan organisasi permainan yang rapi serta serangan balik cepat untuk mengeksploitasi ruang kosong di belakang pertahanan lawan.
Jika mampu tampil efektif dalam memanfaatkan peluang, Maroko bukan tidak mungkin memberikan kejutan. Namun secara keseluruhan, Brasil masih memiliki lebih banyak senjata untuk menentukan hasil pertandingan.
Kualitas individu para pemain depan, pengalaman di turnamen besar, dan sentuhan taktik Carlo Ancelotti menjadi faktor yang membuat Selecao layak difavoritkan meraih tiga poin.
Maroko diyakini akan memberikan perlawanan sengit, tetapi Brasil diprediksi mampu mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis. (*)
Prediksi skor akhir: Brasil 2-1 Maroko
