Sabtu, 13 Juni 2026

Final NBA Bikin Piala Dunia Kalah Pamor, Warga New York Rayakan Kemenangan Knicks

Berita Terkait

Jalen Brunson (kananr) melewati pemain San Antonio Spurs dalam lanjutan NBA. F. Istimewa

batampos – Suasana pesta pecah di berbagai sudut Kota New York. Sejumlah penggemar berdiri di atas mobil di jalanan Manhattan, sementara ribuan kilometer jauhnya, bar-bar di kawasan pantai Santa Monica dipenuhi sorak sorai.

Namun, euforia tersebut bukan dipicu oleh Piala Dunia 2026. Semua perhatian justru tertuju pada New York Knicks yang mencatat comeback dramatis pada Rabu malam.

Tim kebanggaan New York itu menciptakan kebangkitan terbesar dalam sejarah Final NBA untuk menundukkan San Antonio Spurs dan semakin mendekatkan diri menuju gelar juara.

Fenomena tersebut menjadi gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi Piala Dunia di Amerika Serikat. Meski menjadi ajang sepak bola paling bergengsi di dunia, turnamen ini masih harus bersaing dengan popularitas olahraga lokal yang telah mengakar kuat, seperti bola basket dan sepak bola Amerika.

Melansir BBC, menurut sebuah jajak pendapat terbaru, hampir separuh warga Amerika Serikat yang disurvei mengaku tidak terlalu peduli dengan berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Padahal, ini merupakan kali kedua Negeri Paman Sam menjadi tuan rumah Piala Dunia putra setelah edisi 1994. Turnamen kala itu memberikan dampak besar terhadap perkembangan sepak bola di negara tersebut dan menjadi salah satu fondasi lahirnya Major League Soccer.

Namun, lebih dari tiga dekade kemudian, kembalinya Piala Dunia belum sepenuhnya berhasil merebut perhatian publik.

Piala Dunia Ada, Tapi Knicks Menguasai Kota
Di New York, tanda-tanda hadirnya pesta sepak bola sebenarnya cukup mudah ditemukan.

Kereta bawah tanah dihiasi warna tim nasional, wajah Lionel Messi terpampang di papan reklame raksasa Times Square, sementara sejumlah penggemar terlihat mengenakan jersey Maroko dan Brasil menjelang pertandingan kedua tim di Stadion MetLife, yang sementara berganti nama menjadi Stadion New York New Jersey selama turnamen berlangsung.

Meski demikian, denyut kota saat ini sepenuhnya mengikuti irama bola basket.

New York Knicks memimpin Final NBA dengan keunggulan 3-1 atas San Antonio Spurs dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk meraih gelar pertama mereka sejak 1973.

Antusiasme warga New York pun tak terbendung.

“Kalian sudah pernah nonton Batman, kan? Kalian sudah pernah nonton Gotham, kan? Wah, Sabtu malam mungkin akan seperti itu kalau Knicks menang,” kata seorang penggemar kepada BBC Sport.

“Sejujurnya, saya tidak terlalu mengikuti perkembangan Piala Dunia. Saya tidak peduli dengan apa pun selain Knicks.”

Sentimen serupa juga diungkapkan Frank, seorang penggemar Knicks lainnya.

“Saya telah berkonsentrasi pada tim Knicks saya, tetapi setelah ini selesai, saya pasti akan mengalihkan fokus saya ke Piala Dunia.”

“Hanya saja, saat ini Knicks telah menguasai segalanya di New York.”

Bahkan, tidak sedikit warga yang mengaku masih asing dengan sepak bola.

“Sejujurnya, saya tidak tahu banyak tentang sepak bola,” ujar seorang penggemar yang mengenakan kaus biru-oranye khas Knicks.

Tantangan Besar Piala Dunia di Amerika
Tingginya harga tiket, persiapan yang sempat dibayangi isu politik, hingga persaingan dengan kompetisi olahraga domestik membuat Piala Dunia 2026 menghadapi tantangan tersendiri dalam membangun euforia di Amerika Serikat.

Berbeda dengan banyak negara lain yang menghentikan hampir seluruh aktivitas ketika Piala Dunia berlangsung, masyarakat Amerika memiliki banyak pilihan hiburan olahraga yang sama besarnya.

Dan untuk saat ini, setidaknya di New York, perhatian mereka masih tertuju ke lapangan basket.

Mungkin setelah Final NBA berakhir, demam Piala Dunia akan mulai mengambil alih. Namun hingga hari-hari awal turnamen, satu hal terlihat jelas: bagi banyak warga New York, Knicks masih menjadi pusat semesta olahraga mereka.(*)

 

ReporterJP Group

Update