
batampos – Timnas Meksiko memasuki babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan modal yang sangat meyakinkan.
El Tri belum sekalipun kebobolan sepanjang fase grup dan sukses menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Kini, tantangan berikutnya datang dari Ekuador dalam laga hidup-mati yang akan menentukan langkah mereka ke babak 16 besar.
Di balik performa impresif tersebut, pelatih Javier Aguirre justru menghadapi persoalan yang tidak mudah. Bukan karena minimnya pilihan pemain, melainkan sebaliknya. Kedalaman skuad membuatnya harus menentukan siapa yang pantas mengisi tiga posisi di lini tengah.
Sejak awal turnamen, Aguirre dikenal cukup berani melakukan rotasi. Dari 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026, sebanyak 25 di antaranya sudah mendapat kesempatan tampil.
Strategi itu membuat kondisi fisik para pemain tetap terjaga sekaligus menciptakan persaingan sehat di dalam tim.
Namun memasuki fase gugur, ruang untuk bereksperimen semakin kecil. Aguirre harus memilih kombinasi terbaik demi menjaga konsistensi permainan Meksiko.
Salah satu nama yang paling banyak dibicarakan adalah Gilberto Mora. Gelandang muda tersebut tampil memukau ketika Meksiko mengalahkan Republik Ceko dengan skor 3-0 pada laga terakhir fase grup.
Mora memperlihatkan kualitasnya dalam membangun serangan. Umpan-umpan terukurnya serta kemampuannya membaca ruang membuat permainan Meksiko terlihat lebih hidup.
Penampilan itu membuat banyak pihak menilai ia layak mendapat tempat sebagai starter saat menghadapi Ekuador.
Selain Mora, kapten tim Edson Alvarez juga kembali menunjukkan performa terbaiknya. Sebelum turnamen dimulai, kondisi kebugarannya sempat menjadi tanda tanya akibat cedera pergelangan kaki dan minimnya menit bermain di level klub.
Keraguan tersebut berhasil dijawab dengan penampilan solid selama fase grup. Alvarez mampu menjalankan dua peran berbeda, mulai dari bek tengah hingga gelandang bertahan, tanpa kehilangan pengaruhnya terhadap permainan tim.
Di sisi lain, Luis Romo juga menjadi salah satu pemain yang tampil di luar ekspektasi. Setelah tidak dimainkan pada laga pembuka melawan Afrika Selatan, Romo langsung memberikan dampak besar ketika dipercaya tampil menghadapi Korea Selatan dengan mencetak gol kemenangan.
Kontribusinya berlanjut saat melawan Republik Ceko lewat satu assist yang membuka jalan kemenangan Meksiko.
Tak hanya itu, data dari CIES Football Observatory menunjukkan Romo menjadi gelandang bertahan dengan jumlah kemenangan duel darat terbanyak per 90 menit sepanjang Piala Dunia 2026.
Persaingan di lini tengah semakin menarik karena Erik Lira juga tampil konsisten sejak awal turnamen. Sementara Brian Gutierrez masih berusaha menemukan performa terbaiknya meski tetap mendapat kepercayaan dari sang pelatih.
Kini, Javier Aguirre memiliki lima gelandang berkualitas, yakni Edson Alvarez, Gilberto Mora, Luis Romo, Erik Lira, dan Brian Gutierrez. Namun, hanya tiga pemain yang bisa mengisi susunan starter saat menghadapi Ekuador.
Keputusan Aguirre dipastikan akan menjadi sorotan. Memilih Mora berarti mengorbankan pengalaman salah satu pemain senior.
Sebaliknya, mempertahankan komposisi lama bisa membuat kreativitas serangan Meksiko sedikit berkurang.
Apa pun pilihannya, Aguirre berharap lini tengah Meksiko mampu kembali tampil solid untuk mempertahankan rekor tanpa kebobolan sekaligus membawa El Tri melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(*)
