
batampos – Kegagalan Korea Selatan melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Tak hanya membuat Hong Myung-bo memutuskan mundur dari kursi pelatih, hasil buruk tersebut juga memicu desakan penyelidikan dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, terkait proses penunjukan sang pelatih yang sejak awal disebut sarat praktik orang dalam.
Harapan Taeguk Warriors untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik akhirnya pupus setelah hasil pertandingan lain pada Sabtu tidak berpihak kepada mereka. Korea Selatan pun harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di turnamen.
Melansir Asia today, dalam konferensi pers pada Minggu, Hong Myung-bo menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan mengakui seluruh tanggung jawab berada di pundaknya.
“Kami tidak memberikan hasil yang diharapkan oleh para penggemar kami.”
Ia juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan berarti meninggalkan sepak bola Korea sepenuhnya.
“Meskipun saya meninggalkan tim nasional, saya tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola Korea. Saya akan mendukung tim nasional dari lubuk hati saya dan berharap tim ini akan kembali dipercaya dan dicintai oleh masyarakat.”
Tersingkir Meski Sempat Punya Peluang
Korea Selatan datang ke Piala Dunia dengan status peringkat ke-32 FIFA dan diperkuat kapten sekaligus bintang utama, Son Heung-min.
Namun performa mereka jauh dari harapan. Dari tiga pertandingan fase grup, Korea Selatan hanya meraih satu kemenangan dan menelan dua kekalahan sehingga finis di belakang Meksiko dan Afrika Selatan.
Kekalahan 1-0 dari Afrika Selatan pada laga terakhir grup menjadi pukulan telak. Meski masih memiliki peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik dalam format baru Piala Dunia 48 tim, nasib mereka akhirnya ditentukan hasil pertandingan lain yang membuat Korea Selatan gagal melangkah ke fase gugur.
Suporter Murka, Desak Hong Tinggalkan Sepak Bola
Kekecewaan publik langsung memuncak setelah kepastian tersingkir.
Klub suporter resmi tim nasional, Red Devils, bahkan mengeluarkan pernyataan keras yang meminta Hong bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.
Mereka menyerukan agar Hong “berlutut di hadapan seluruh bangsa dan meninggalkan dunia sepak bola selamanya.”
Tekanan besar dari publik akhirnya berujung pada keputusan Hong mengundurkan diri sehari kemudian.
Presiden Soroti Dugaan Nepotisme
Presiden Lee Jae Myung ikut angkat bicara dengan nada yang sangat tajam.
Melalui unggahannya di X, ia mengaku bukan hanya kecewa, tetapi juga terkejut melihat kegagalan Korea Selatan di turnamen.
Menurut Lee, tersingkirnya tim nasional bukan sekadar persoalan hasil pertandingan, melainkan mencerminkan kegagalan dalam tata kelola organisasi.
“Ketika nepotisme dan kronisme lebih diutamakan daripada kompetensi dalam memilih seorang komandan, hasilnya dapat diprediksi seperti api yang membakar kertas.”
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar dilakukan penyelidikan terhadap proses pengangkatan Hong Myung-bo sebagai pelatih kepala.
Penunjukan Hong Memang Sudah Menuai Kontroversi
Kontroversi sebenarnya sudah muncul sejak Hong kembali dipercaya menangani tim nasional pada 2024. Meski dikenang sebagai pahlawan Korea Selatan saat membawa negaranya mencapai semifinal Piala Dunia 2002 sebagai pemain, rekam jejaknya sebagai pelatih tim nasional tidak terlalu meyakinkan.
Pada Piala Dunia 2014, Hong gagal membawa Korea Selatan lolos dari fase grup dan bahkan tidak mampu memenangkan satu pertandingan pun.
Saat ditunjuk kembali pada 2024, banyak penggemar menilai keputusan tersebut lebih dipengaruhi kedekatan dengan petinggi federasi dibandingkan proses seleksi yang objektif.
Kritik juga diarahkan kepada Federasi Sepak Bola Korea (KFA) yang disebut mengabaikan sejumlah kandidat asing yang telah mengikuti proses seleksi secara menyeluruh.
Menanggapi kritik tersebut, Hong mengatakan menerima pekerjaan itu bukan keputusan yang mudah.
“Saya tidak bisa mengatakan setiap keputusan yang saya buat adalah keputusan yang tepat, tetapi saya dapat mengatakan bahwa saya telah membuat setiap keputusan dengan mempertimbangkan sepak bola Korea.”
Polisi Amankan Kepulangan Hong
Situasi semakin memanas setelah beredar ancaman pembunuhan terhadap Hong Myung-bo melalui media daring.
Polisi Korea Selatan meningkatkan pengamanan di Bandara Incheon dan beberapa lokasi lainnya ketika Hong kembali ke negaranya pada akhir pekan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan yang ditujukan kepada mantan pelatih tim nasional tersebut.(*)
