Rabu, 28 September 2022

Melejit pada Paro Kedua, Angin Juara Memihak Pecco Bagnaia

Berita Terkait

Francesco Bagnaia menjuarai MotoGP Inggris. (Vincent Jannink / ANP / AFP)

batampos – Jagoan Monster Energy Yamaha sekaligus juara bertahan MotoGP Fabio Quartararo memang masih memimpin klasemen dengan 180 poin.

Quartararo unggul 49 poin atas peringkat ketiga pembalap Ducati Francesco Bagnaia. Tetapi, kemenangan pada GP Inggris (7/8) membuat angin juara justru memihak Pecco –sapaan Bagnaia– di sisa delapan race tahun ini.

Kemenangan pada balapan yang digeber di Sirkuit Silverstone itu jadi yang kedua beruntun bagi Bagnaia setelah di GP Belanda (26/6) lalu.

Kemenangan di GP Inggris juga menjadikan pembalap asal Italia tersebut yang pertama membukukan empat kemenangan tahun ini.

Sejak meroket tahun lalu plus dimulainya rivalitas dengan El Diablo, julukan Quartararo, tren Bagnaia yang melejit pada paro kedua memang layak diwaspadai.

Dari sembilan race pada paro kedua tahun lalu, enam race berujung podium.

Dan, dari enam podium tersebut, empat di antaranya berujung juara. Padahal, pada paro pertama, pembalap 25 tahun tersebut belum sekali pun juara. Dia juga hanya membukukan tiga kali podium.

’’Aku tidak pernah berpikir untuk menang balapan. Yang aku lakukan hanya tampil all–out,’’ ujar Bagnaia kepada Crash.

Tahun ini, tren tersebut sangat mungkin terulang. Sebab, dari empat kemenangan yang sudah didapat, dibagi rata masing-masing dua kali pada paro pertama dan kedua.

Padahal, paro kedua masih menyisakan delapan race.

’’Ducati (bersama Bagnaia, Red) terus membaik. Mereka benar-benar membuat langkah besar tahun ini. Delapan balapan terakhir akan sangat, sangat ketat,’’ papar pembalap Aprilia yang berada di posisi kedua Aleix Espargaro kepada Motorsport.

Sedangkan yang didapat Quartararo tahun ini juga seperti mengulang tahun lalu. Dia sejauh ini mengoleksi tiga kemenangan dan semua terjadi pada paro pertama.

Dalam dua race pada paro kedua, pembalap asal Prancis itu hanya mampu sekali finis di GP Inggris di posisi kedelapan.

Tahun lalu, Quartararo jadi juara berkat tancap gas pada paro pertama dengan mengumpulkan empat kemenangan.

Sebab, pada paro kedua, dia hanya sanggup sekali juara. Hal itu yang diyakini bakal kembali menimpa Quartararo tahun ini. Bedanya, Bagnaia diyakini bakal lebih siap mengatasinya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update