Rabu, 24 Juli 2024

STY, Ivar Jenner, dan Justin Hubner Dijatuhi Hukuman AFC Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong (kiri) dan pemain Timnas Indonesia U-23 Ivar Jenner (kanan) ketika mengikuti jumpa pers setelah kemenangan 2-0 dari Turkmenistan U-23. (ANTARA)

batampos – Jelang persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia menghadapi tantangan yang tidak terduga. Pelatih Shin Tae-yong serta dua pemain kunci, Ivar Jenner dan Justin Hubner, dijatuhi sanksi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Hukuman ini diberikan akibat pelanggaran disiplin yang terjadi selama ajang Piala Asia U-23. Keputusan ini tentu menjadi sorotan, mengingat pentingnya peran ketiganya dalam tim.

AFC menjatuhkan sanksi denda kepada Shin Tae-yong dan kedua pemain tersebut berdasarkan Pasal 50 dari Kode Disiplin dan Etik AFC. Shin Tae-yong dianggap melanggar kode etik setelah memberikan komentar keras yang mempertanyakan kompetensi dan integritas wasit serta AFC pada konferensi pers usai laga Qatar vs Indonesia.

Dalam pertandingan pembuka Piala Asia U-23 2024 tersebut, dua pemain Indonesia, Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta, mendapat kartu merah yang kontroversial.

Komentar Shin Tae-yong tidak hanya mempertanyakan keputusan wasit Nasrullo Kabirov, tetapi juga menyebut pertandingan tersebut sebagai ‘pertunjukan komedi’ yang berlebihan. “Banyak keputusan wasit di sepanjang pertandingan. Kalau kalian melihatnya, itu bukan pertandingan sepak bola, ini sebuah pertunjukan komedi dan sangat berlebihan,” kata Shin Tae-yong, seperti dikutip dari situs PSSI.

“Saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang pemain yang kena kartu merah, saya kehabisan kata-kata. Sepak bola tidak seharusnya dimainkan seperti ini. Kartu merah pertama kami, tidak ada kontak sama sekali. Mengapa mereka tidak memakai VAR dalam situasi seperti ini?” lanjut pelatih berusia berusia 53 tahun tersebut.

Akibat komentarnya tersebut, Shin Tae-yong dikenai denda sebesar USD7.500 atau sekitar Rp122 juta. Tidak hanya itu, dua pemain diaspora Indonesia, Ivar Jenner dan Justin Hubner, juga dikenakan denda masing-masing sebesar USD5.000 atau setara Rp81 juta. Keduanya dianggap melanggar pasal yang sama karena mengunggah konten di media sosial yang menghina dan mempertanyakan integritas hasil laga, kompetensi, negara Qatar, dan Asosiasi Sepak Bola Qatar serta AFC.

Usai pertandingan melawan Qatar, Ivar Jenner mengunggah foto pemain Qatar yang terlihat rebahan setelah berbenturan dengan Rizky Ridho. Dalam unggahannya, Ivar menyindir tim VAR dan mengindikasikan bahwa lawannya hanya berpura-pura kesakitan agar Rizky Ridho mendapat hukuman. Konten tersebut dianggap merugikan integritas AFC dan negara tuan rumah, Qatar.

Sementara itu, Exco PSSI, Arya Sinulingga, menanggapi hukuman tersebut dengan bijak. “Itu kan sama seperti hukuman Komdis (Komite Disiplin), ada aturannya, jadi harus dipenuhi,” ujar Arya. “Kita harus lakukan tahapan-tahapan pembayarannya seperti yang sudah ada.”

Hukuman ini tentu menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia yang sedang mempersiapkan diri untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Peran Shin Tae-yong sebagai pelatih yang berpengalaman sangat penting bagi skuad Garuda. Begitu juga dengan Ivar Jenner dan Justin Hubner, yang merupakan pemain muda berbakat dengan potensi besar.

Sanksi yang dijatuhkan AFC menjadi pengingat bagi seluruh elemen tim untuk selalu menjaga etika dan disiplin, baik di dalam maupun di luar lapangan. Keputusan ini juga diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar dan bertindak, terutama di ajang internasional yang membawa nama baik negara.

Di sisi lain, dukungan dari para pendukung setia Timnas Indonesia, yang dikenal dengan sebutan suporter Garuda, sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Mereka diharapkan bisa terus memberikan semangat dan dukungan moril kepada tim, terutama kepada Shin Tae-yong, Ivar Jenner, dan Justin Hubner yang saat ini sedang menghadapi cobaan berat.

Perjalanan Timnas Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 tentu tidak akan mudah. Dengan adanya sanksi ini, tantangan yang harus dihadapi semakin besar. Namun, dengan kerja keras dan semangat juang yang tinggi, diharapkan skuad Garuda bisa bangkit dan menunjukkan performa terbaik mereka.

Dalam konteks yang lebih luas, kejadian ini juga menjadi cerminan betapa pentingnya peran etika dan disiplin dalam dunia olahraga. Sepak bola bukan hanya tentang teknik dan strategi, tetapi juga tentang sikap dan perilaku yang mencerminkan sportivitas dan profesionalisme. Timnas Indonesia harus mampu menjaga nilai-nilai ini agar bisa meraih prestasi yang gemilang di kancah internasional.

Dengan dukungan penuh dari para pendukung dan komitmen yang kuat dari seluruh tim, Timnas Indonesia diharapkan bisa melewati tantangan ini dan melangkah dengan mantap menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sanksi yang dijatuhkan AFC mungkin menjadi ujian berat, tetapi ini juga bisa menjadi momentum untuk semakin memperkuat tim dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Ke depannya, Shin Tae-yong dan seluruh pemain diharapkan bisa lebih berhati-hati dalam berkomentar dan bertindak agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Semua pihak harus belajar dari kesalahan ini dan terus berupaya meningkatkan kualitas permainan serta menjaga integritas di setiap pertandingan.

Perjalanan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih panjang. Timnas Indonesia harus tetap fokus dan berusaha sebaik mungkin untuk meraih tiket ke ajang bergengsi tersebut. Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari para pendukung setia, dan skuad Garuda diharapkan bisa mengatasi segala rintangan dan meraih prestasi yang membanggakan. (*)

Update