Rabu, 24 Juli 2024

Pratama Arhan Hanya Jadi Penghangat Bangku Cadangan saat Suwon FC Ditahan Imbang Ulsan Hyundai

Berita Terkait

Pratama Arhan dapat kartu merah dalam laga debutnya bersama Suwon FC. (X/@IDSPORTTV12)

batampos – Suwon FC hanya mampu meraih satu poin saat menghadapi Ulsan Hyundai dalam pertandingan lanjutan K League 1. Di Suwon Civic Stadium pada Jumat (5/7) malam, Suwon FC ditahan imbang Ulsan Hyundai dengan skor akhir 1-1.

Pemain timnas Indonesia, Pratama Arhan, hanya duduk di bangku cadangan karena tidak dimainkan pelatih Kim Eun-Jung. Meski tampil di hadapan pendukung sendiri, Suwon FC bermain cukup agresif di babak pertama.

Namun, penjaga gawang Ulsan Hyundai tampil gemilang dan berhasil menggagalkan serangan-serangan Suwon FC. Skor 0-0 bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Suwon FC kebobolan ketika Ataru Esaka mencetak gol untuk Ulsan Hyundai pada menit ke-61.

Suwon FC kemudian meningkatkan intensitas serangan setelah tertinggal 0-1. Usaha mereka membuahkan hasil ketika umpan Seung-Won Jung berhasil dimanfaatkan Kang Sang-yun untuk mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-71. Hingga akhir pertandingan, skor tetap 1-1.

Tambahan satu poin tidak mengubah posisi Suwon FC di peringkat kelima klasemen. Sementara itu, Ulsan Hyundai tetap di peringkat kedua klasemen.

Arhan Belum Dapat Kesempatan Lagi

Pada Maret, pemain asli Blora tersebut mengungkapkan masih menghadapi kendala adaptasi cuaca di Korea Selatan yang saat itu tengah mengalami musim dingin. Sehingga, dia belum tampil bersama klub barunya.

Didatangkan Suwon pada pertengahan Januari dari klub Jepang Tokyo Verdy, hingga kini Arhan baru sekali tampil untuk klubnya di K League 1. Namun, dalam debutnya itu dia mendapat kartu merah, sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia.

”Ya mungkin karena perbedaan cuaca juga sih, perbedaan suhu juga kan di sana musim dingin, di sini musim panas, waktu itu terus pindah ke sana, itu masih buat penyesuaian saya sih,” ujar Arhan pada media.

Dengan demikian, Arhan harus lebih bersabar untuk mendapatkan waktu bermain lagi bersama klub setelah didatangkan dari Tokyo Verdy yang kala itu berlaga di J2 League, kasta kedua liga sepak bola Jepang.

”Di Liga Jepang, permainan lebih detail, sedangkan di Liga Korea lebih mengutamakan fisik,” kata Arhan.(*)

SourceJPGroup

Update