
batampos – FIFA memastikan masih mengevaluasi usulan untuk memperluas jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan pembahasan akan dilakukan secara resmi setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Infantino mengatakan FIFA memiliki kewajiban untuk menelaah setiap usulan yang diajukan demi mendukung perkembangan sepak bola dunia. Meski demikian, ia menegaskan belum ada keputusan mengenai penerapan format baru tersebut.
Usulan penambahan peserta menjadi 64 tim muncul sebagai bagian dari peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia pada 2030.
Turnamen edisi spesial itu akan digelar di enam negara. Maroko, Portugal, dan Spanyol menjadi tuan rumah utama, sedangkan Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menggelar pertandingan pembuka untuk mengenang Piala Dunia pertama yang berlangsung pada 1930.
“Lebih banyak negara mampu bersaing di level tertinggi dan sejumlah tim dari luar kawasan tradisional sepak bola berhasil tampil kompetitif,” ujar Gianni Infantino, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (15/7).
Menurutnya, penambahan jumlah peserta dapat membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Apabila format 64 tim disetujui, turnamen diperkirakan menggunakan 16 grup yang masing-masing berisi empat tim. Skema tersebut akan meningkatkan jumlah pertandingan secara signifikan dibandingkan format 48 tim yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Dengan sistem itu, total pertandingan diperkirakan mencapai 128 laga sehingga membutuhkan stadion, jadwal, serta pengaturan logistik yang lebih kompleks.
Di sisi lain, usulan tersebut memunculkan pro dan kontra. Sejumlah pengamat menilai penambahan peserta berpotensi menurunkan kualitas kompetisi, memperpanjang durasi turnamen, dan membuat kalender sepak bola internasional semakin padat.
Proses kualifikasi di masing-masing konfederasi juga harus disesuaikan apabila jumlah peserta kembali bertambah.
Gagasan tersebut mendapat dukungan dari CONMEBOL yang menilai perayaan 100 tahun Piala Dunia layak melibatkan lebih banyak negara peserta.
Namun, sejumlah pejabat sepak bola Eropa dan Asia menolak usulan itu. Presiden UEFA Aleksander Čeferin menyebutnya sebagai ide yang kurang tepat, sementara Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa mengkhawatirkan ekspansi berlebihan akan mengurangi kualitas kompetisi.
Hingga kini, FIFA belum mengambil keputusan final mengenai format Piala Dunia 2030. Infantino memastikan seluruh usulan akan dibahas setelah Piala Dunia 2026 selesai dan setiap perubahan harus memperoleh persetujuan FIFA Council. (*)
