Selasa, 31 Januari 2023

Petinju Meksiko Ancam Gebukin Lionel Messi, Ini Penyebabnya

Berita Terkait

Petinju Meksiko Canelo Alvarez (Antara)

batampos – Juara dunia tinju asal Meksiko Saul ‘Canelo’ Alvarez telah menyatakan permintaan maafnya karena sudah mengancam Lionel Messi menyusul kemenangan Argentina 2-0 atas Meksiko di Piala Dunia.

“Beberapa hari terakhir ini saya terbawa hasrat dan cinta yang saya rasakan untuk negara saya dan membuat komentar yang tidak pada tempatnya sehingga saya ingin meminta maaf kepada Messi dan rakyat Argentina. Setiap hari kita belajar sesuatu yang baru dan kali ini giliran saya,” cuitnya sebelum laga terakhir fase grup C dimulai yang dikutip dari Reuters pada Jumat.

Messi memainkan peran besar dalam kemenangan Argentina atas Meksiko, dia membuka skor dengan tendangan dari luar kotak penalti.

Baca Juga: Kroasia Singkirkan Belgia dari Piala Dunia

Namun, itu bukan menjadi alasan dari kemarahan Alvarez. Dia geram karena video dari ruang ganti Argentina setelah pertandingan yang memperlihatkan pemain PSG itu tampak menendang jersey Meksiko yang tergeletak di lantai di depannya.

Itu membuat juara dunia tinju kelas menengah versi WBA, WBC, dan WBO itu mengungkapkan kemarahannya dan mengancam kapten timnas Argentina itu.

“Apakah Anda melihat Messi membersihkan lantai dengan jersey dan bendera kami????” tulis Alvarez saat itu. “Dia lebih baik berdoa kepada Tuhan agar saya tidak menemukannya!! Sama seperti saya menghormati Argentina, dia harus menghormati Meksiko!”

Baca Juga: Maroko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Berusia 36 Tahun

Messi sendiri telah merespons permintaan maaf tersebut, sambil mengatakan bahwa hal ini hanyalah kesalahpahaman.

“Saya melihat Canelo meminta maaf,” kata pemenang Ballon d’Or tujuh kali itu.

“Itu adalah kesalahpahaman, mereka yang mengenal saya dapat mengatakan bahwa saya tidak pernah melecehkan siapa pun. Meninggalkan jersey di lantai adalah bagian dari ruang ganti. Saya bahkan tidak perlu meminta maaf karena saya tidak melecehkan rakyat Meksiko atau bendera mereka. Itu saja. Tidak ada yang terjadi.”

 

 

Reporter: JPGroup

Update