Kamis, 11 Agustus 2022

Misi Melati Daeva Oktavianti Setelah Terdepak dari Pelatnas

Berita Terkait

Melati Daeva Oktavianti yang berpasangan dengan Praveen Jordan sudah tumbang pada babak pertama Indonesia Masters 2021. (BWF/Badminton Photo)

batampos – Awal tahun ini Melati Daeva Oktavianti harus menerima kenyataan. Dia dan pasangannya, Praveen Jordan, terdepak dari pemusatan latihan nasional PP PBSI di Cipayung.

Setelah terlempar, Melati memiliki misi untuk bangkit. Namun, rencana itu tersendat lantaran Praveen cedera punggung.

Untuk menjaga sentuhan, Melati yang bersama Praveen menjadi juara All England 2020 itu rela turun pada Piala Kapolda Jatim 2022 yang berakhir 17 Juli lalu.

Dia berpasangan dengan Verrell Yustin Mulia. Mereka lolos ke final. Namun, pada partai puncak, Verrell/Melati dikandaskan sesama ganda PB Djarum Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja. Verrell/Melati tumbang dalam dua game langsung 19-21 dan 15-21.

Apa target yang ingin dicapai Melati? Berikut petikan wawancara wartawan Jawa Pos Rizka Perdana Putra dengan Melati.

Setelah bertahun-tahun di pelatnas, tujuh bulan ini kembali latihan di klub. Bagaimana rasanya?

Nostalgia ya, hahaha. Kembali lagi. Ibaratnya kayak kembali ke rumah, ke tempat asal. Jadi, nggak ada kendala apa-apa. Cuma, yang susah jaga diri sendiri. Maksudnya, kami kan sudah profesional. Segala macam harus sendiri, jadi harus terus jaga motivasi.

Awalnya, dapat target apa dari klub?

Tahun ini kan ada kejuaraan dunia, ada world tour series, tampil di berbagai kejuaraan itu.

Tapi, akhirnya Praveen cedera?

Iya, sedih banget. Kami sudah ada beberapa rencana. Misal, berangkat kejuaraan ini, ini, ini, segala macam.

Sudah nentuin juga target untuk tahun berikutnya. Tapi, namanya juga musibah, siapa yang mau. Cedera musuh terberat seorang atlet kan. Tapi, ya mencoba legawa lah dan tetap fight, coba terus.

Segala rencana dengan Praveen tahun ini harus tertunda. Bagaimana kamu jaga motivasi?

Ingat tujuan aja sih, maksudnya ada target. Sama apa ya, hahaha. Sama nggak bisa dimungkiri, kami juga berkarier. Jadi harus juara, harus maksimal di tiap turnamen yang diikuti.

Dari informasi yang kamu dapatkan, Praveen absen berapa bulan?

Mungkin tiga sampai enam bulan, kurang tahu juga pastinya. Karena cedera pinggang kan, jadi pengaruh ke semua (bagian tubuh). Biasanya, pascaoperasi, pemulihan juga lama. Doain aja biar cepat pulih.

Masih komunikasi sama Praveen kan ya? Apa yang disampaikan?

Sama-sama saling nyemangatin aja. Kayak aku nyemangatin dia pemulihan biar cepat sembuh. Terus, dia nyemangatin aku untuk tetap latihan yang semangat. Saling dukung aja, saling support.

Setelah Praveen cedera, dapat pesan apa dari pelatih?

Sama sih. Ngasih tahu tetap semangat sembari nunggu Praveen. Sementara, sama Verrell biar touch pertandingan tidak hilang. Misal, enam bulan nggak ada pertandingan, kan hawanya harus mulai dari awal lagi.

Kayak habis pandemi kemarin, lama banget nggak main, pertandingan awal terasa beda. Jadi, harus tetap bertanding.

Soal Verrell, potensi dia seperti apa?

Verrell bagus. Cuma mungkin namanya pemain muda, belum banyak pengalaman. Tapi, semakin lama dia bertanding pasti jauh lebih matang. Kalau untuk teknik segala macam, oke dia.

Ada target kembali ke pelatnas?

Kalau aku, ikuti jalannya, seperti air mengalir aja lah. Maksudnya, kami pasti melakukan yang terbaik. Tapi, ke depan bagaimana nggak ada yang tahu kan.

Harapan ke depan?

Berusaha maksimal aja sampai Olympics (Olimpiade Paris 2024). Mau coba terus.(*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update