Minggu, 19 April 2026

Lionel Messi Digugat Perusahaan Event Amerika Serikat

Berita Terkait

Kapten Argentina Lionel Messi. (Instagram/@leomessi)

batampos – Lionel Messi menghadapi gugatan hukum di Amerika Serikat setelah tidak tampil dalam pertandingan uji coba tim nasional Argentina pada Oktober 2025. Perusahaan penyelenggara acara yang berbasis di Miami, VID Music Group, mengajukan gugatan dengan 10 tuntutan di pengadilan Florida Selatan.

Gugatan itu tidak hanya ditujukan kepada Messi, tetapi juga kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) serta agen pihak ketiga, Julian Marcos Kapelan.

Dilansir dari The Athletic, kasus itu berawal dari absennya Messi dalam laga persahabatan antara Argentina melawan Venezuela yang digelar di Hard Rock Stadium pada 10 Oktober. Pertandingan itu merupakan bagian dari kalender FIFA dan diselenggarakan oleh VID.

Dalam dokumen gugatan, Messi dituduh bersekongkol dengan Kapelan dan AFA untuk melakukan tindakan yang mendorong VID menandatangani kontrak di bawah pretensi palsu. Pretensi palsu atau false pretenses adalah kesepakatan yang terjadi karena adanya pernyataan pihak atau seseorang dengan memberikan janji atau gambaran rencana yang tidak benar atau menyesatkan sejak awal.

Dalam kasus ini, pihak ketiga dan AFA dianggap menjanjikan Lionel Messi akan bermain dalam pertandingan untuk menarik sponsor atau penonton, padahal sejak awal pihak-pihak itu telah mengetahui bahwa sang pemain kemungkinan tidak tampil. Messi juga dituduh melakukan misrepresentasi secara lalai serta mengganggu kontrak yang telah disepakati.

Sementara itu, AFA menghadapi tuduhan pelanggaran kontrak dan misrepresentasi terkait beberapa pertandingan, termasuk laga melawan Venezuela, Puerto Rico, serta dua pertandingan lain yang direncanakan berlangsung di Amerika Serikat pada Juni 2026. Kapelan sendiri dituduh melakukan penipuan.

Absennya Messi disebut berdampak langsung pada jumlah penonton. VID mengklaim hanya sekitar 15.000 penonton yang hadir atau sekitar 23 persen dari kapasitas stadion. Perusahaan juga menyatakan bahwa sesuai perjanjian, mereka berhak atas 25 persen nilai kontrak jika Messi tidak tampil, tetapi pembayaran tersebut tidak pernah dipenuhi oleh AFA.

Meski tidak bermain, Messi terlihat hadir di stadion bersama keluarganya dalam sebuah area khusus yang disebut juga dibiayai oleh VID. Menariknya, sehari setelah laga itu, Messi tampil bersama klubnya Inter Miami CF dan mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 atas Atlanta United FC.

Dua hari kemudian, Messi juga memperkuat Argentina dalam laga melawan Puerto Rico dan mencatatkan dua asis dalam kemenangan telak 6-0.

VID mengklaim bahwa mereka telah membayar sebesar 7 juta dolar AS (sekitar Rp 120 miliar) kepada AFA untuk hak eksklusif mengorganisasi dua pertandingan internasional itu. Dalam kontrak disebutkan bahwa Messi wajib bermain minimal 30 menit di setiap pertandingan, kecuali dalam kondisi cedera atau sakit, mengingat kehadirannya menjadi faktor utama nilai komersial pertandingan.

Selain itu, gugatan juga menyoroti peran Kapelan yang disebut sebagai perantara dalam negosiasi, meskipun lisensi agen pertandingan FIFA miliknya telah kedaluwarsa pada saat itu. Masalah lain muncul dari relokasi pertandingan Argentina melawan Puerto Rico yang awalnya dijadwalkan berlangsung di Chicago. Pertandingan itu lalu dipindahkan ke Fort Lauderdale karena situasi keamanan di Chicago yang dinilai tidak kondusif.

VID mengklaim mengalami kerugian lebih dari 1,3 juta dolar AS (sekitar Rp 22 miliar) akibat perubahan itu dan menuduh AFA melanggar kontrak karena tidak mengembalikan dana yang telah dibayarkan. Kasus ini masih berlangsung di pengadilan dan berpotensi menjadi sengketa hukum besar yang melibatkan salah satu pesohor sepak bola dunia.(*)

ReporterJPGroup

Update