
batampos – Coventry City akhirnya memastikan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris Premier League untuk pertama kalinya dalam 25 tahun setelah bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers pada laga Championship, Sabtu (18/4).
Klub asal West Midlands itu hanya membutuhkan satu poin dari pertandingan di Ewood Park untuk mengunci promosi. Namun, mereka sempat berada di ambang kegagalan setelah Ryoya Morishita membawa Blackburn unggul lebih dulu.
Harapan Coventry kembali hidup pada menit ke-84 ketika bek Bobby Thomas mencetak gol penyeimbang lewat sundulan yang memanfaatkan situasi tendangan bebas. Gol itu pun memastikan hasil imbang yang cukup untuk membawa tim berjuluk Sky Blues itu kembali ke Premier League.
Dilansir dari ESPN, peluit panjang yang dibunyikan beberapa menit kemudian langsung disambut perayaan meriah lebih dari 7.000 suporter Coventry yang memenuhi tribun tandang di Lancashire.
Keberhasilan itu menandai kebangkitan luar biasa Coventry di bawah asuhan Frank Lampard. Mantan gelandang timnas Inggris itu membawa timnya menjalani musim impresif di Championship.
Coventry sebelumnya sempat mengalami masa sulit, termasuk terdegradasi hingga ke League Two, divisi keempat sepak bola Inggris pada 2017.
Setelah gagal promosi usai kalah dari Luton Town di final play-off 2023, musim ini Coventry tampil dominan dan berhasil mengamankan tiket promosi dengan tiga laga tersisa.
Meski promosi sudah dipastikan, Coventry masih harus menunggu untuk mengunci gelar juara Championship. Saat ini Coventry unggul 11 poin dari Ipswich Town yang menduduki posisi kedua dan masih menyisakan lima pertandingan.
Pencapaian itu juga menjadi momen tersendiri bagi Lampard karena kembali ke Premier League sebagai pelatih. Sebelumnya, Lampard pernah menangani Chelsea selama 18 bulan serta Everton selama satu musim. Lampard terakhir kali melatih di kasta tertinggi saat menjadi pelatih interim Chelsea pada akhir musim 2022/2023.
Usai pertandingan, Lampard mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Coventry City.
“Melakukan ini (promosi) bersama klub ini, dalam kondisi seperti yang kami hadapi, bagi saya merupakan sebuah pencapaian yang melampaui ekspektasi. Saya tidak meremehkan para pemain. Mereka telah meningkatkan level permainan mereka murni melalui kerja keras dan saya sangat bangga menjadi pelatih mereka,” kata Lampard dikutip dari Sky Sports.
Lampard juga menyoroti perjalanan tim sejak kedatangannya 15 bulan lalu saat Coventry masih berada di peringkat ke-17. Menurutnya, promosi otomatis dengan tiga laga tersisa adalah pencapaian yang melampaui ekspektasi.
“Kami datang 15 bulan lalu dengan sebuah mobil rombongan dan kami memasuki situasi yang penuh ketidakpastian, seperti halnya ketika Anda memulai sebuah pekerjaan baru,” kata Lampard.
Coventry sendiri memiliki sejarah panjang di kasta tertinggi sepak bola Inggris dengan mencatatkan 34 musim berturut-turut sebelum akhirnya terdegradasi pada 2001. Prestasi terbaik klub sejauh ini ialah menjuarai FA Cup pada 1987.(*)
