Minggu, 25 Februari 2024

Mantan Dokter Gadungan Timnas Indonesia yang Hampir Bunuh Karier Ernando Ari Akhirnya Tertangkap

Berita Terkait

Dokter gadungan Elwizan Amin, tertangkap di Tangerang setelah menjadi buronan polisi sejak tahun 2021. (Jawapos)

batampos – Mantan dokter Timnas Indonesia, Elwizan Aminudin yang medap disapa Dokter Amin, akhirnya tertangkap setelah menjdi buronan selama 3 tahun. Mantak dokter Timnas Indonesia tersebut ditangkap Polresta Sleman, setelah dilaporkan oleh manajemen klub PSS Sleman, sejak tahun 2021.

Dokter Amin sendiri ditangkap setelah terungkap sebagai dokter gadungan, yang pernah menangani PSS Sleman, dan Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur, seperti U16 dan U19. Hempri Suyatna, selaku Direktur Operasional PT PSS, dengan didampingi jkuasa hukumnya, melaporkan kasus ini pada 3 Desember 2023.

Tercatat, Amin telah mengundurkan diri dari PSS Sleman sejak 1 Desember 2021. Saat itu, bukti yang dibawa meliputi kontrak dan berkas verifikasi ijazah Amin yang berstatus alumni Universitas Syiah Kuala, Aceh.

“Kami membawa berkas lengkap dari internal PT PSS berupa kontrak kerja dari yang bersangkutan. Kemudian berkas verifikasi keabsahan ijazah No: 5752/UN11/WA.01.00/2021 dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh yang menyatakan ijazahnya palsu,” kata Hempri pada wartawan saat itu, Sabtu (4/12).

Keberhasilan Polisi menangkap tersangka berkat penyebaran Daftar Pencarian Orang (DPO) melalui media sosial, seperti pada akun @polrestasleman.

“Kami menyebar DPO tersangka melalui media sosial dan kami menerima laporan dari masyarakat bahwa yang bersangkutan berada di Cibodas Tangerang. 24 Januari kami lakukan penangkapan pada tersangka,” ujar Kapolresta Sleman pada wartawan, Selasa (30/1).

Dokter gadungan ini ramai di media sosial, diawali dari akun seorang kardiolog yang menuduh Elwizan Aminuddin sebagai dokter gadungan, sebab namanya tidak ada di aplikasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), yang menjadi acuan seorang dokter.

Terungkapnya Amin sebagai dokter gadungan menggemparkan jagat maya, karena ia sempat menangani cedera beberapa pemain, seperti striker Super Elja, Saddam Ghafar, dan kiper Persebaya, Ernando Ari. Bahkan, Saddam Ghaffar belum bisa kembali ke lapangan hijau hingga saat ini, karena cedera yang dialaminya belum 100 persen pulih.

Sedangkan Nando yang mengalami cedera dislokasi bahu, sudah bisa kembali bermain, setelah menjalani operasi. (*)

Sumber: JP Group

Update