Sabtu, 3 Desember 2022

Les Bleus Kembali ke Setelan Pabrik

Berita Terkait

 

batampos – Bersama Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, dan Olivier Giroud, Prancis berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2018 di Rusia. Dari total 14 gol Les Bleus, julukan timnas Prancis, saat itu, 8 gol di antaranya lahir dari kreasi Mbappe ­dan Grizi, sapaan akrab Griezmann. Masing-masing mencetak 4 gol.

Empat tahun berselang, trio Mbappe-Griezmann-Giroud kembali menjadi andalan Prancis untuk mempertahankan gelar dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. Trio itu mau tak mau dilirik lagi oleh entraineur Les Bleus Didier Deschamps setelah bomber Real Madrid Karim Benzema angkat koper dari Qatar karena cedera.

Benzema sejatinya menjalin koneksi apik dengan Mbappe dan Grizi ketika membawa Les Bleus memenangi UEFA Nations League ta­hun lalu (musim 2020–2021). Coco, sapa­an akrab Benzema, dianggap bi­sa menjawab kritik terkait dengan performa Giroud yang nirgol di Rusia.
Namun, cedera Benzema membuat Les Bleus kembali ke setelan pabrik saat memulai Piala Dunia Qatar kontra Australia di Al Janoub Stadium nanti (siaran langsung SCTV/mOji/Champions TV World Cup 1/Vidio pukul 02.00 WIB).

Tantangan yang harus dijawab trio Mbappe-Grizi-Giroud adalah mengembalikan produktivitas Les Bleus yang melempem dalam UEFA Nations League musim ini (2022–2023).

Dari enam laga di grup 1 League A, hanya lima gol yang diciptakan Les Bleus. Dua gol kontribusi Mbappe, Giroud menyumbang satu gol, dan sisanya oleh Benzema dan gelandang Adrien Rabiot.

Menurut Deschamps, pengalaman di Rusia dan Mbappe yang bertambah usia meyakinkan dirinya bahwa lini serang Les Bleus di Qatar makin solid. Mbappe pun tidak bermain individual lagi.

”Empat tahun ini telah memungkinkan dia (Mbappe, red) untuk berkembang lebih jauh. Kylian bagian dari kolektivitas permainan tim kami dan dia harus mencapai tingkat kedewasaan untuk mendapatkan pengakuan yang lebih besar di level internasional,” tutur Didi, sapaan akrab Deschamps, kepada Maxifoot.

Terpisah, kapten sekaligus kiper Prancis Hugo Lloris menyatakan bahwa status juara bertahan bisa memberi tekanan bagi Les Bleus saat memulai Piala Dunia Qatar. Apalagi, statistik mencatat, sejak Italia pada 2010, tidak ada satu pun juara bertahan Piala Dunia yang mampu lolos ke babak 16 besar. Setelah Italia, Spanyol tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2014 dan Jerman meneruskan kesialan itu empat tahun lalu di Rusia.

Empat tahun lalu, Prancis juga mengawali Piala Dunia dengan sulit. Dengan lawan sama, Australia, Prancis baru mampu memastikan kemenangan 2-1 lewat gol bunuh diri bek kiri Aziz Behich setelah salah mengantisipasi tendangan gelandang Paul Pogba pada menit ke-81. Gol Prancis lainnya juga tercipta lewat penalti yang dieksekusi Grizi (58’).

”Kami tidak ingin mengalami hal yang sama. Kami ingin memulai Piala Dunia tahun ini dengan baik,” ucap Lloris. (*)

Update