
batampos – Drama perebutan gelar Premier League makin panas. Kali ini bukan cuma soal performa di lapangan, tapi juga keputusan wasit yang jadi sorotan.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, secara terbuka meluapkan kekesalannya usai dua laga krusial yang menurutnya penuh keputusan kontroversial.
Meski Arsenal berhasil menang tipis 1-0 atas Newcastle United, Arteta justru menyoroti satu momen yang dianggap bisa mengubah jalannya pertandingan.
Melansir Sports Illustrated, insiden itu melibatkan kiper Newcastle, Nick Pope, yang keluar dari kotak penalti dan menjatuhkan Viktor Gyökeres yang sedang dalam posisi berbahaya.
Wasit hanya memberi kartu kuning. Menurut penjelasan resmi, pelanggaran tersebut tidak dianggap menggagalkan peluang emas karena masih ada bek yang berpotensi mengamankan situasi. Tapi bagi Arteta, itu jelas keputusan yang keliru.
“Saya juga harus mengatakan menurut pendapat saya, itu jelas kartu merah. Saya sudah menontonnya 10 kali. Jika Anda pernah bermain sepak bola, itu adalah kartu merah.”
Meski kemenangan tetap diraih, Arteta menilai keputusan itu bisa berdampak besar dalam perburuan gelar terutama jika nantinya ditentukan oleh selisih gol.
Namun, kekesalan Arteta tidak berhenti di situ. Ia juga kembali menyinggung laga sebelumnya melawan Manchester City, yang berakhir dengan kekalahan 2-1.
Dalam pertandingan tersebut, ia merasa timnya kembali dirugikan oleh keputusan wasit, kali ini terkait tekel terhadap Kai Havertz yang menurutnya layak diganjar kartu merah.
“Ini kali kedua dalam dua pertandingan karena saat melawan Manchester City ketika Kai Havertz lolos dan Khusanov melanggarnya saat skor 1-1, gelar juara sudah di depan mata. Itu kartu merah,” katanya.
Momen itu jadi makin menyakitkan karena hanya beberapa menit setelahnya, Erling Haaland mencetak gol penentu kemenangan untuk City. Arteta pun menutup dengan nada realistis, meski tetap menyelipkan harapan.
“Jadi, ini juga merupakan marginnya. Semoga itu akan berubah. Setiap orang akan memiliki pendapatnya masing-masing, saya di sini untuk memberikan pendapat saya.”
“Saya adalah seseorang yang sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Bicaralah dengan pemain mana pun, karena lintasan bola, di mana posisinya, tidak ada penjaga gawang di sana. Jika itu terjadi sebaliknya, itu akan menjadi kartu merah.” (*)
