Kontroversi VAR Gol Kedua Irak ke Gawang Indonesia di Piala Asia 2023

0
23
Gol Osama Rashid pada menit ke-45 +7 berbau kontroversi karena proses sebelumnya pemain Irak terindikasi terjebak offside terlebih dahulu. (AFC)
Gol Osama Rashid pada menit ke-45 +7 berbau kontroversi karena proses sebelumnya pemain Irak terindikasi terjebak offside terlebih dahulu. (AFC)

batampos – Situasi kontroversial mewarnai pertandingan sengit antara Indonesia dan Irak di Piala Asia 2023, khususnya terkait gol kedua yang diperoleh Irak yang mencium aroma offside terlebih dahulu.

Namun, setelah dicek tetap diputuskan gol wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev. Sistem VAR (Video Assistant Referee) yang seharusnya menjadi alat bantu untuk keadilan justru menjadi sorotan tajam karena keputusan kontroversial yang diambil.

VAR, sebagai wasit yang berada di ruang kendali dengan teknologi canggih, seharusnya memberikan sudut pandang yang lebih baik kepada wasit di lapangan. Namun, gol Osama Rashid pada menit ke-45 +7 menjadi pemandangan yang memicu perdebatan.

Kondisi offside, yang seharusnya dapat diatasi dengan menggunakan teknologi video, menimbulkan keraguan terkait akurasi dan efektivitas VAR. Keputusan wasit dalam mengesahkan gol Irak tersebut menjadi fokus utama kritik, terutama dari suporter, pengamat sepak bola, dan pihak-pihak yang menyaksikan pertandingan.

Sejarah Penggunaan VAR di Sepak Bola

Sejarah penggunaan VAR yang dimulai pada Piala Dunia Antarklub 2016 dan uji coba di beberapa kompetisi besar Eropa ternyata belum sepenuhnya meredakan ketidakpuasan. Kontroversi terkini menunjukkan bahwa masih ada tantangan dan penyesuaian yang harus dilakukan agar VAR menjadi alat yang lebih efektif dan diterima oleh para pemangku kepentingan.

Kritik terhadap VAR melibatkan aspek waktu pengambilan keputusan yang dianggap terlalu lama, kurangnya komunikasi kepada penonton di stadion, dan perubahan keputusan dengan margin yang sangat tipis. Kritik tersebut membuka ruang untuk refleksi lebih lanjut terkait peran VAR dalam dinamika sepak bola modern.

Kondisi kontroversial ini menandai bahwa perkembangan teknologi dalam sepak bola tidak selalu bertahan tanpa tantangan. Kemajuan ini perlu diimbangi dengan penyesuaian dan perubahan yang terus-menerus untuk mencapai keadilan dan kepercayaan dari semua pihak yang terlibat.

Pertanyaan pun muncul, apakah VAR sejauh ini benar-benar menjadi solusi atau malah menambah kompleksitas dalam sepak bola? Dalam semua kontroversi ini, satu hal yang pasti, VAR akan terus menjadi bahan perbincangan dan evaluasi dalam upaya menciptakan sepak bola yang lebih adil dan menyenangkan. (*)

 

Reporter: JPGroup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini