Sabtu, 16 Mei 2026

Jannik Sinner Pecahkan Rekor Kemenangan Beruntun Novak Djokovic

Berita Terkait

Jannik Sinner.

batampos – Jannik Sinner terus menunjukkan dominasinya di dunia tenis setelah memecahkan rekor kemenangan beruntun di level ATP Masters 1000 dan melaju ke semifinal Italian Open 2026.

Terlepas dari apapun hasil semifinal menghadapi Daniil Medvedev dini hari tadi, Jannik Sinner sudah lebih dulu mencatat sejarah di Italian Open 2026.

Petenis nomor satu dunia itu resmi memecahkan rekor kemenangan beruntun terpanjang di turnamen ATP Masters 1000. Dia melewati pencapaian Novak Djokovic.

Momen tersebut terjadi setelah Sinner mengalahkan Andrey Rublev 6-2, 6-4 di Foro Italico, Roma, Kamis (14/5). Itu tercatat sebagai kemenangan 32 beruntun baginya di turnamen ATP Masters 1000. Dia melampaui rekor Djokovic yang membukukan 31 kemenangan berturut-turut sepanjang musim 2011.

“Saya tidak bermain untuk rekor, saya bermain untuk diri saya sendiri,” kata Sinner seusai pertandingan dikutip dari tennis.com. “Pada saat yang sama, ini sangat berarti bagi saya. Tetapi besok adalah hari yang berbeda, lawan yang berbeda.”

Selama rentetan 32 kemenangan tersebut, Sinner hanya kehilangan dua set. Bahkan sejak babak kedua Paris Masters 2025 hingga babak ketiga Miami Open 2026, dia sempat memenangi 37 set secara beruntun.

Kekalahan terakhir Sinner di level Masters 1000 terjadi saat dia retired melawan Tallon Griekspoor pada Shanghai Masters 2025, Oktober tahun lalu.

Meski kembali mencatat sejarah, Sinner mengaku lebih memikirkan kondisi fisiknya dibanding rekor kemenangan. Dia juga mengkritik jadwal pertandingan malam yang dinilai terlalu berat bagi pemain.

Secara khusus, Sinner menyoroti jadwal larut yang dijalani Luciano Darderi saat mengalahkan Rafael Jodar. Laga itu dijadwalkan mulai paling cepat pukul 20.30, tetapi harus tertunda hingga pukul 23.00 karena hujan dan gangguan asap dari final Coppa Italia. Laga perempat final itu akhirnya baru selesai sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Saya tidak suka masuk lapangan terlalu malam, kami ini manusia,” keluh Sinner dikutip dari Punto de Break.

“Tidur semakin larut, belum treatment, makan, konferensi pers. Ketika bermain terlalu malam, sulit bermain dengan bagus. Tetapi saya menghormati penonton yang tetap bertahan sampai larut.” (*)

 

Update