Sabtu, 3 Desember 2022

Hasil Australian Open: 3 Senior Kompak Tumbang, 2 Junior Melaju

Berita Terkait

Shesar Hiren Rhustavito  tumbang di babak pertama Australian Open 2022. (Humas PP PBSI)

batampos – Hasil berbeda didapat lima wakil Indonesia di ajang Australia Open. Dua atlet junior melaju setelah Ikhsan Leonardo Rumbay mengalahkan wakil Taiwan Lu Chia-hung (21-14, 21-12) dan Christian Adinata menundukkan wakil tuan rumah Ephraims Stephen Sam (21-4, 21-7) saat bertarung di Quay Centre, Sydney Olympic Park, Sydney, kemarin (16/11).

Sebaliknya, tiga wakil senior kompak tumbang. Yakni, Shesar Hiren Rhustavito dikalahkan wakil Jepang Kodai Naraoka (11-21, 8-21), Chico Aura Dwi Wardoyo ditundukkan atlet Tiongkok Li Shifeng (21-14, 17-21, 8-21), dan Tommy Sugiarto menyerah dari wakil Tiongkok lainnya, Lu Guangzu (18-21, 17-21).

Ikhsan mengatakan, kemenangan di laga perdana bagus buat menambah kepercayaan dirinya. ’’Ini awal yang baik. Saya bisa main dengan nyaman. Apalagi, kondisi lapangan juga nggak ada kendala. Persiapan saya juga lebih baik dibanding saat tampil di Malang dulu,’’ ujarnya kemarin.

Baca Juga: Analisis Persaingan Fase Grup A Piala Dunia 2022

Ikhsan mengungkapkan, dirinya bermain lebih tenang dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. ’’Serangan saya juga bisa tembus. Dari masuk lapangan saya begitu yakin,’’ tambahnya.

Tantangan lebih berat bakal dihadapi di babak 16 besar. Ikhsan harus melawan andalan Malaysia Soong Joo Ven. Secara ranking, lawan lebih baik dengan perbandingan 53:82. Ini juga bakal menjadi pertemuan perdana bagi keduanya.

Karena itu, Ikhsan tak ingin terlalu terbebani. ’’Saya akan tampil nothing to lose saja. Saya akan nikmati permainan. Selain itu, juga harus lebih berani,’’ ucap Ikhsan.

Hal yang sama bakal dihadapi Christian. Di babak 16 besar, dia bakal mendapat perlawanan lebih sengit dari Kodai Naraoka yang sukses mengalahkan Shesar.

’’Besok (hari ini, Red) saya harus lebih siap melawan Kodai. Untuk menghadapi dia, saya akan berdiskusi dengan pelatih, melihat video lawan, dan juga minta masukan dari senior-senior saya untuk bagaimana cara menghadapi Kodai,’’ kata Christian.

Baca Juga: Daftar Skuad Grup H Piala Dunia 2022: Ghana, Korea Selatan, Portugal, Uruguay

Di sisi lain, Shesar begitu kecewa dengan kekalahan dari Kodai. Menurut dia, permainannya tidak keluar sama sekali. Strategi untuk meredam Kodai juga tidak masuk.

Rencana strateginya adalah ingin bermain cepat. Ternyata, pola itu tidak keluar karena sepanjang laga dia terus ditekan. ’’Dari awal saya akui, pola permainan saya polos. Pola yang ingin saya terapkan tidak keluar sama sekali. Saya kecewa dengan kekalahan ini,’’ keluh Shesar.

Sementara itu, dua wakil di tunggal putri melaju mulus. Kemarin Gregoria Mariska Tunjung menggusur wakil tuan rumah Sydney Tjonadi dengan skor 21-4, 21-6. Lalu, Putri Kusuma Wardani menundukkan wakil Malaysia Soniia Cheah (21-19, 21-15).

’’Dalam pertandingan tadi (kemarin, Red), saya belum terlalu mendapat tekanan dari lawan. Bisa dibilang, lawan belum menyulitkan perjuangan saya di tengah lapangan,’’ kata Jorji –sapaan akrab Gregoria.

Baca Juga: Analisa Fase Grup B Piala Dunia Qatar: Inggris Tidak Bisa Leha-Leha

Jorji lalu memanfaatkannya untuk mencoba-coba strategi dan sekaligus beradaptasi dengan kondisi lapangan.

’’Saya mencoba semua pola yang bakal dipakai menghadapi pertandingan yang bakal berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih berat. Saya ingin bermain bagus,’’ tutur Gregoria.

Di babak kedua yang digelar hari ini (17/11), Gregoria akan bersua Supanida Katethong. Meski memiliki rekor kemenangan 4-1 atas pemain asal Negeri Gajah Putih itu, Jorji memilih untuk mengabaikannya.

’’Kemenangan itu memang bisa jadi modal. Tetapi, saya nggak mau mikir soal rekor pertemuan itu. Saya ingin bermain bagus saja,’’ ucapnya. (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup

Update