
batampos – Virgil van Dijk harus menerima sorotan tajam dari media Belanda setelah tim Oranje gagal mengamankan kemenangan dan hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas.
Kapten Liverpool tersebut sempat membawa Belanda unggul pada awal babak kedua lewat sundulan memanfaatkan umpan silang akurat Ryan Gravenberch pada menit ke-51. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Keito Nakamura membalas untuk Jepang beberapa menit kemudian.
Belanda kembali memimpin melalui gol Crysencio Summerville, yang lagi-lagi lahir berkat kontribusi Gravenberch. Akan tetapi, Jepang mampu mencuri satu poin setelah Koki Ogawa dan Daichi Kamada terlibat dalam proses gol penyeimbang yang memastikan pertandingan berakhir 2-2.
Van Dijk Dinilai Ceroboh
Melansir Liverpool Echo, meski mencetak gol, penampilan Van Dijk secara keseluruhan dinilai jauh dari memuaskan. Salah satu media Belanda menyoroti kesalahan-kesalahan bek berusia 34 tahun itu sepanjang pertandingan.
“Pada babak pertama, dia ceroboh dalam umpannya dan agak kikuk dalam bertahan, ketika Ayase Ueda sempat luput dari perhatiannya,” tulis laporan tersebut.
Sementara itu, Cody Gakpo juga tidak luput dari kritik. Penyerang Liverpool tersebut hanya mendapat nilai 5,5 dari 10.
“Pencetak gol terbanyak Belanda di turnamen besar baru-baru ini bermain buruk di babak kedua dan cukup baik di babak pertama. Gakpo awalnya hampir tidak terlibat. Setelah jeda, ia memang melakukan beberapa aksi bagus, tetapi penyerang tersebut belum bisa melupakan tahun yang sulit di Liverpool saat Piala Dunia.”
De Telegraaf Soroti Peran Van Dijk dalam Gol Jepang
Kritik terhadap Van Dijk juga datang dari media ternama Belanda, De Telegraaf. Mereka menilai lini belakang Belanda terlalu pasif ketika Jepang mencetak gol pertama.
“Kegembiraan atas gol ke-13 Van Dijk untuk Oranje hanya berlangsung singkat, karena pertahanan yang terlalu pasif dan Micky van de Ven ‘lupa’ untuk maju dan menerapkan jebakan offside membuat Nakamura mencetak gol tujuh menit setelah gol pembuka.”
Kepala bagian sepak bola De Telegraaf, Valentijn Driessen, bahkan meminta sang kapten untuk lebih banyak melakukan evaluasi diri.
“Van Dijk menyangkal semuanya. Jika saya adalah Virgil van Dijk, kapten dan pemimpin dari seluruh kejadian ini, saya akan introspeksi diri terlebih dahulu,” katanya.
“Dia selalu menyalahkan orang lain, padahal dia sendiri tidak sepenuhnya tanpa cela terkait gol terakhir dari Jepang. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Bukan hanya untuk memenangkan hati publik Belanda, tetapi juga untuk melangkah jauh di turnamen ini.”
Baca Juga:Serba-serbi Piala Dunia 2026: Mengapa Bendera Arab Saudi Tidak Diletakkan di Tanah? Ini Alasan dan Maknanya!
Gravenberch Jadi Bintang Belanda
Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Ryan Gravenberch justru menjadi salah satu pemain yang paling mendapat pujian.
Gelandang Liverpool itu memperoleh nilai 7 dari 10 berkat dua assist yang ia ciptakan.
“Gravenberch menyelamatkan Belanda dari kebuntuan. Umpan terobosannya yang bagus kepada Summerville tidak menghasilkan gol, tetapi umpan silangnya yang tepat sasaran kepada Van Dijk berhasil. Untuk gol kedua, Gravenberch juga berperan sebagai pemberi assist.”
De Telegraaf juga memuji penampilan pemain berusia 24 tahun tersebut. Umpan silang yang menghasilkan gol Van Dijk disebut sebagai “umpan silang yang sangat baik”, sementara pergerakannya dalam proses gol kedua dianggap “luar biasa”.
Media itu bahkan menilai Gravenberch menunjukkan kualitas terbaiknya ketika dimainkan lebih maju, menjadikannya salah satu sedikit pemain Belanda yang keluar dari pertandingan melawan Jepang dengan kepala tegak.
Sementara Van Dijk dan Gakpo pulang dengan kritik, Gravenberch menjadi sosok yang paling bersinar dari trio Liverpool dalam laga yang membuat Belanda gagal memulai Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.(*)
