
batampos – Tunisia menjadi negara pertama yang mengganti pelatih di ajang Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi memecat Sabri Lamouchi setelah timnya menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F.
Keputusan tersebut diambil kurang dari 48 jam setelah Tunisia dipermalukan Swedia dalam pertandingan yang memunculkan kritik tajam terhadap performa dan strategi tim berjuluk Carthage Eagles tersebut.
Media lokal Tunisia melaporkan FTF kehilangan kepercayaan terhadap Lamouchi setelah sejumlah keputusan taktis yang diterapkannya dinilai gagal memberikan dampak positif bagi tim. Selain kesulitan mengimbangi permainan lawan, Tunisia juga dianggap tampil lemah dalam sektor pertahanan.
Pendekatan permainan yang cenderung berhati-hati dari pelatih berusia 54 tahun itu turut menjadi sorotan. Tunisia dinilai gagal memberikan perlawanan berarti sebelum akhirnya menyerah dengan selisih empat gol.
Usai pertandingan, petinggi FTF dikabarkan langsung menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi hasil buruk tersebut. Dalam pertemuan itu, federasi akhirnya memutuskan mengakhiri kerja sama dengan mantan pemain Timnas Prancis tersebut.
Pemecatan itu menjadikan Sabri Lamouchi sebagai pelatih pertama yang kehilangan jabatannya selama gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kekalahan telak dari Swedia membuat langkah Tunisia menuju babak 16 besar semakin berat. Mereka kini harus menghadapi dua lawan tangguh, yakni Jepang dan Belanda, dalam sisa pertandingan Grup F.
Tunisia wajib meraih hasil maksimal dalam dua laga tersebut jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur. Kegagalan meraih poin berpotensi mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat di turnamen empat tahunan itu.
Hingga kini FTF belum mengumumkan secara resmi sosok pengganti Lamouchi yang akan memimpin tim dalam dua pertandingan krusial berikutnya.
Pergantian pelatih di tengah turnamen menjadi langkah berani yang diambil Tunisia demi menyelamatkan peluang mereka di Piala Dunia 2026. Namun, waktu yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih baru untuk mengubah performa tim secara signifikan. (*)
