Kamis, 27 Januari 2022

Formula 1 GP Abu Dhabi Bakal Langsung Ketat sejak Start

Berita Terkait

Lewis Hamilton (kiri) dan Max Verstappen saat berjalan di Parc Ferme Sirkuit Yas Marina setelah sesi kualifikasi GP Abu Dhabi tadi malam. (KAMRAN JEBREILI / POOL / AFP )

batampos – Balapan yang agresif diprediksi bakal terjadi dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2021 di seri pemungkas GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina malam nanti.

Sebab, dua pembalap yang bertarung untuk titel tertinggi tersebut, yakni Max Verstappen dan Lewis Hamilton, kemarin memastikan start dari posisi 1-2 secara berurutan.

Verstappen meraih pole position kesepuluhnya musim ini setelah membukukan catatan waktu 1 menit 22,109 detik. Hamilton membuntuti tepat di belakangnya dengan terpaut 0,371 detik.

Start dari posisi terdepan jelas menjadi modal penting bagi pembalap Red Bull berusia 24 tahun tersebut. Itu sekaligus mengulangi pole position yang diraihnya di GP Abu Dhabi musim lalu. Saat itu dia menyempurnakannya dengan meraih podium tertinggi di hari balapan.

Jika skenario tersebut terulang, pembalap asal Belanda itu akan meraih gelar juara dunia pertamanya sepanjang karier. Itu sekaligus memutus dominasi Hamilton di F1 dalam empat tahun terakhir.

”Perasaanku luar biasa. Mobilku bekerja dengan sangat baik. Sungguh bukan capaian yang mudah di tengah persaingan sengit dengan Mercedes,” ucap Verstappen seperti dilansir Motorsport.

Hamilton pun merasa hasil kualifikasi kemarin tidak buruk.”Posisi kami masih bagus. Semoga besok aku mendapatkan hasil balapan yang baik pula,” kata Hamilton.

Musim lalu pembalap Inggris tersebut hanya finis di posisi ketiga. Namun, di balapan kali ini, dia wajib finis di depan Verstappen untuk syarat memastikan gelar juara dunia kedelapannya sepanjang karier.

Sebab, kedua pembalap kini memiliki poin sama 369,5 di klasemen pembalap.

Selain itu, Hamilton juga harus sangat berhati-hati akan tidak terlibat insiden tabrakan dengan Verstappen. Karena jika keduanya DNF (di not finish) maka Verstappen lah yang bakal keluar sebagai juara.

Karena pembalap Belanda itu mengantongi jumlah kemenangan lebih banyak (9) ketimbang Hamilton (8).

Malam nanti kedua pembalap akan menggunakan pendekatan berbeda. Hamilton bakal memulai balapan dengan ban medium. Sementara itu, Verstappen memilih ban soft. Dua kompon ban itu yang dipakai mereka untuk mendapatkan lap terbaik di Kualifikasi 2 (Q2).

Artinya, Verstappen sudah merencanakan bertarung agresif sejak lap pertama. Sedangkan, Hamilton yang start di posisi kedua akan melihat kondisi terakhir dan memainkan strategi undercut atau overcut.

Sementara itu, menjelang balapan penentuan malam nanti, Team Principal Red Bull Christian Horner kembali mengeluarkan komentar pedas kepada kubu Mercedes.

Pria 48 tahun itu kesal dengan media yang menjuluki pembalapnya, Max Verstappen, dengan istilah Mad Max alias Max Si Pemarah.

Menurut dia, itu adalah narasi negatif yang sengaja dibangun Mercedes bersama mesin media mereka untuk menyudutkan Verstappen.

Hal itu tidak lain untuk memberi image buruk kepada Verstappen di luar sirkuit.

”Lewis adalah juara tujuh kali F1. Apa pun yang dia katakan memberi dampak besar untuk olahraga ini. Dia telah menggunakan segala cara untuk menempatkan Max dalam situasi tertekan,” ucap Horner seperti dilansir Motorsport.

Ucapan Horner itu mengomentari Hamilton yang melontarkan kata-kata ”fucking crazy” setelah berduel sengit dengan Verstappen di GP Arab Saudi pekan lalu.

Dia meyakini hal itu bukan hanya kalimat spontan yang keluar dari mulut Hamilton. Namun direncanakan sejak awal. ”Aku yakin ada mesin media Mercedes di belakang itu semua. Semua demi memberi tekanan lebih kepada Verstappen,” tambah Horner.

Namun, Horner sangat respek kepada Verstappen yang tidak terpengaruh dengan narasi-narasi negatif yang menyerangnya.

”Dia hanya pembalap muda dengan passion, keberanian, dan skill yang luar biasa. Dia sama sekali tidak gentar dengan nama besar Hamilton. Terlebih dengan mesin Mercedes yang ada di belakangnya,” tutur Horner. (*)

Reporter: JPGroup

Update