Rabu, 13 Mei 2026

Erick Thohir Dekati FIFA demi Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

Berita Terkait

Ketu Umum PSSI Erick Thohir. (jpg)

batampos – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melakukan lobi-lobi kepada FIFA agar Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Erick mengaku sudah melakukan komunikasi dengan FIFA terkait hal tersebut.

Erick mengungkapkan, pembicaraan tersebut dilakukan saat menghadiri Kongres Tahunan FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, pada 30 April lalu. Rencana itu juga ia sampaikan ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melalui Datuk Seri Windsor John selaku Sekretaris Jenderal.

“Kemarin di Vancouver selama Kongres FIFA, kami bicara ‘Boleh enggak Indonesia diberi kesempatan?’. Ya kemarin sudah disampaikan, nanti tentu FIFA yang mutusin,” kata Erick dalam Kongres Biasa Federasi Futsal Indonesia (FFI) 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Namun, Erick juga berpesan kepada FFI untuk terus berbenah dan meningkatkan levelnya. Pria yang juga menjabat sebagai Menpora itu tidak ingin Indonesia gagal membayar kepercayaan dari FIFA jika pada akhirnya impian menjadi tuan rumah benar terwujud.

“Jangan sampai, nanti tiba-tiba diberikan event Piala Dunia, organisasinya kacau,” ucap Erick.

Sementara itu, Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar sangat ingin Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Michael berharap FIFA memberikan kepercayaan tersebut, terlebih setelah Indonesia sukses menggelar Piala Asia Futsal 2026.

“Kalaupun mungkin tidak Piala Dunia kali ini, tapi ya berikut-berikutnya. Jadi kita berharap sudah pernah tuan rumah Piala Asia, berikutnya bisa mengincar Piala Dunia juga,” tutur Michael.

Tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 masih menjadi misteri. Pasalnya FIFA belum menunjuk negara mana yang akan menjadi tuan rumah ajang futsal bergengsi empat tahunan tersebut.

Diketahui, Indonesia bersaing dengan tiga negara lain dalam perburuan tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Tiga negara lain yang juga berminat menjadi tuan rumah adalah Spanyol, Kuwait, dan Maroko. (*)

ReporterJPGroup

Update