Selasa, 21 April 2026

Arsenal dan Manchester City di Puncak Klasemen, Perebutan Juara Liga Inggris Kian sengit

Berita Terkait

Manchester City raih kemenangan atas Arsenal dengan skor 2-1 di Stadion Etihad pada Minggu (19/4). (X/@ManCity)

batampos – Persaingan gelar Liga Inggris musim ini semakin memanas setelah Manchester City amankan kemenangan atas Arsenal dengan skor 2-1 di Stadion Etihad pada Minggu (19/4).

Hasil itu membuat jarak kedua tim di papan atas klasemen semakin sengit dan memunculkan berbagai peluang dan kemungkinan menarik terkait penentuan juara di akhir musim.

Saat ini, tim asuhan Pep Guardiola masih tertinggal tiga poin dari Arsenal yang memimpin klasemen. Meskipun demikian, Manchester City masih memiliki peluang untuk menyamai poin The Gunners jika mampu memenangkan satu laga tunda mereka.

Dalam hal selisih gol, Arsenal masih unggul dengan +37, tetapi Manchester City dapat menyamai angka itu jika meraih kemenangan dengan margin satu gol di laga berikutnya.

Produktivitas gol kedua tim juga tidak terpaut jauh. Manchester City telah mencetak 67 gol, sedangkan Arsenal mengoleksi 65 gol.

Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, persaingan sengit itu diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir. Lantas bagaimana jika dua tim mengakhiri musim dengan jumlah poin dan selisih gol yang sama?

Dalam regulasi Premier League, posisi klasemen pertama-tama ditentukan berdasarkan jumlah poin. Jika dua tim memiliki poin yang sama, maka penentuan berlanjut ke selisih gol (goal difference).

Tim dengan selisih gol lebih baik akan berada di posisi lebih tinggi. Namun, jika kedua tim juga memiliki selisih gol yang identik, maka jumlah gol yang dicetak menjadi faktor penentu berikutnya. Tim yang lebih produktif dalam mencetak gol akan unggul di klasemen.

Dilansir dari TNT Sports, jika jumlah gol yang dicetak masih sama, maka rekor pertemuan langsung (head-to-head) antara kedua tim yang akan menentukan. Jika hasil head-to-head juga tidak ada perbedaan, jumlah gol tandang dalam pertemuan tersebut akan diperhitungkan.

Dalam skenario yang sangat jarang terjadi, misalnya semua kriteria yang ada masih belum mampu memisahkan kedua tim, terutama jika menyangkut perebutan gelar juara, tiket kompetisi Eropa, atau zona degradasi, akan digelar pertandingan play-off lagi sebanyak satu kali di tempat netral untuk menentukan posisi akhir.

Menariknya, sepanjang sejarah Premier League, belum pernah terjadi pertandingan play off untuk menentukan juara atau posisi penting lainnya. Namun, regulasi itu tetap disiapkan sebagai langkah terakhir jika situasi benar-benar buntu.

Sementara itu, pada musim ini, peluang terjadinya play-off tampaknya sudah tertutup setelah kemenangan krusial Manchester City atas Arsenal. Sebelumnya, skenario itu sempat mungkin terjadi jika kedua tim kembali bermain imbang 1-1 seperti hasil pertemuan pertama mereka pada bulan September 2025.

Jadi, dengan persaingan yang semakin ketat dan panas, perebutan gelar Premier League musim ini dipastikan akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Selanjutnya, Arsenal akan melawan Newcastle United pada Sabtu (25/4) dan Manchester City akan melawan Burnley pada Kamis (23/4).(*)

Update