Sabtu, 3 Desember 2022

Alami Cedera Dua Tahun, Atlet Indonesia Sukses Jadi Juara Dunia

Berita Terkait

Climber Indonesia Aspar Jaelolo menjadi juara nomor speed Piala Dunia IFSC 2022 seri Jakarta 2022 (24/9). (Antara Photo)

batamposClimber Indonesia Aspar Jaelolo terlihat sangat terharu. Dia tak mampu menutupi emosinya setelah sukses memenangkan All Indonesia Final melawan Kiromal Katibin pada nomor speed IFSC World Cup Jakarta 2022 di Lot 16-17 SCBD, Jakarta, tadi malam (25/9).

Aspar yang awalnya melakukan start lambat akhirnya menjadi pemenang dengan catatan 5,39 detik. Katibin yang awalnya berada di depan, agak terpeleset jelang finis, dan akhirnya finis runner-up dengan catatan waktu 5,75 detik.

Bagi Aspar, kemenangan tersebut menjadi momen comeback setelah berkutat dengan cedera cukup panjang. Pada akhir 2019, jari tengah tangan kanannya mengalami flexor tendon cukup parah.

Persoalan tersebut bahkan sempat membuat frustrasi. Bahkan, Aspar berpikir untuk mengakhiri kariernya sebagai climber nasional.

“Saya mengalami cedera pada akhir 2019. Ketika itu saya sedang dalam perjuangan untuk bisa lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Saya frustrasi karena setelah itu selama dua tahun menjalani pemulihan,” ucap Aspar dikutip dari Antara.

Namun, dorongan dari dalam diri dan orang di sekitar termasuk keluarga dan pelatih, membuat Aspar bangkit. Dia mengurungkan niat pensiun dan memilih berjuang untuk pulih.

Perlahan tapi pasti, jari tengah Aspar membaik. Dia kembali menjalani latihan ringan hingga kesempatan kedua dari pelatih Hendra Basyir datang.

Dengan segala pertimbangan termasuk prestasi Aspar sebelumnya, Hendra memberikan kesempatan kepad Aspar menjalani pemulihan untuk bisa kembali masuk tim nasional.

“Semua orang berkontribusi besar dalam kehidupan saya hingga mencapai titik ini. Mulai dari keluarga, federasi, tim, pemerintah, dan masyarakat Indonesia,” kata Aspar.

“Saya menjalani terapi cukup panjang. Bersyukur semuanya terus membaik. Saya terus memelihara motivasi. Pelatih saya luar biasa, dia selalu memberikan motivasi dan kesempatan,” tambah Aspar.

Setelah pada 2020 absen dalam rangkaian ajang Piala Dunia Panjat Tebing, Aspar kembali pada 2021 dengan mengikuti satu putaran di Villars, Swiss. Hasilnya kala itu, dia menempati posisi kesembilan.

Pada musim 2022, dia tercatat mengikuti empat dari tujuh putaran IFSC World Cup dengan Seoul, Korea Selatan pada 6-8 Mei sebagai yang pertama. Kala itu, dia menyelesaikan lomba di posisi ke-10.

Aspar melanjutkan perjuangannya dengan kembali turun di Villars pada 30 Juni-2 Juli. Saat itu, dia finis di posisi ke-17.

Pencapaian climber 34 tahun itu membaik dengan menempati posisi ketiga atau menyabet perunggu ketika turun di Chamonix, Prancis pada 8–10 Juli.

Hingga puncaknya, dia berhasil menasbihkan diri sebagai pemenang di putaran terakhir yang bergulir di Jakarta. Perjalannya di IFSC World Cup Jakarta 2022 juga terbilang tidak mudah. Dia harus berjuang melawan atlet-atlet kelas dunia.

Prestasi Aspar kali ini sekaligus membakar semangatnya untuk bisa lolos kualifikasi Olimpiade 2024 di Paris. Dia sangat ingin tampil dalam pesta olahraga empat tahunan terbesar di dunia tersebut sebelum nantinya pensiun.

“Saya terus memelihara impian tampil di Olimpiade setelah pada 2020 gagal di Tokyo. Kini saya kembali untuk bisa menuju Olimpiade Paris 2024, sebelum akhirnya saya memutuskan pensiun,” kata Aspar.

Atlet kelahiran 24 Januari 1988 ini juga mengatakan tak mudah untuk bisa mewujudkan impian besarnya tersebut. Dibutuhkan konsistensi dan kerja keras agar bisa tampil di Paris 2024. Terlebih, kata Aspar, persaingan saat ini kian merata.

“Semua pesaing memiliki catatan waktu di bawah 5,5 detik. Tentunya sangat ketat karena pemegang rekor dunia juga ada pada atlet Indonesia (Kiromal Katibin),” kata Aspar. “Tapi saya akan berusaha untuk fokus dan meyakinkan diri sendiri untuk bisa bersaing di Olimpiade Paris,” tambahnya.

Pujian kepada Aspar pun datang dari sang juara dunia panjat tebing 2022 nomor speed putra, Veddriq Leonardo.

Dia mengatakan kemenangan Aspar sekaligus menjadi pelecut semangat atlet muda untuk terus berprestasi.

“Aspar memang luar biasa dan sangat memotivasi atlet muda. Dia sempat cedera hingga akhirnya kembali menjadi peraih emas di Jakarta. Itu keren dan sangat luar biasa dan membuat persaingan makin panas lagi,” ujar Veddriq. (*)

 

 

 

Reporter: Antara

Update