Rabu, 25 Mei 2022

AC Milan vs AS Roma Malam Ini, Wajib Raih Hasil Positif

Berita Terkait

Kapten AS Roma Lorenzo Pellegrini bakal tampil habis-habisan dalam laga melawan AC Milan di Stadio San Siro dini hari nanti (7/1). (FABIO ROSSI/AS ROMA )

batampos – AS Roma di tangan Jose Mourinho sempat digadang-gadang bisa ”berbicara” (baca: penantang scudetto) di Serie A musim ini. Apalagi, start Giallorossi juga meyakinkan dalam tiga giornata awal dan kemudian mencicipi capolista.

Tapi, setelah itu, Giallorossi seperti kembali ke setelan pabrik atau seperti tiga musim sebelumnya. Yaitu, AS Roma yang hanya berkutat di luar zona Liga Champions.

Saat ini, Lorenzo Pellegrini dkk menempati peringkat ketujuh. Tapi, gap dengan peringkat keempat Atalanta BC sebagai batas terakhir zona Liga Champions hanya enam poin (32-38).

Kalau tidak mau semakin tertinggal alias makin mendekatkan gap, AS Roma harus meraih hasil positif saat menghadapi tuan rumah AC Milan di Stadio San Siro dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 00.30 WIB).

Hasil positif melawan tim peringkat kedua itu juga punya arti penting bagi skuad Mourinho. Tak lain bukti bahwa Mourinho telah sukses mengubah Giallorossi sebagai tim yang kompetitif saat menghadapi tim-tim papan atas.

Rapor Mourinho memang buruk di paro pertama Serie A musim ini untuk urusan tersebut. Statistiknya adalah hanya menang atas Atalanta BC (skor 4-1).

Selebihnya kalah oleh Inter Milan (0-3), AC Milan (1-2), Juventus (0-1), hingga SS Lazio (2-3). Berhadapan dengan SSC Napoli pun hanya berakhir seri (0-0).

Pellegrini sebagai il capitano AS Roma memberikan penilaian sekaligus pembelaan terkait catatan tersebut. Menurut gelandang 25 tahun itu, tidak ada yang salah dengan taktik Mourinho atas serangkaian hasil negatif melawan tim-tim papan atas.

Melainkan lebih karena mentalitas yang buruk dari para pemain. ”Jose Mourinho adalah orang yang tepat bagi AS Roma. Dia selalu punya cara untuk menang, tetapi kami belum berhasil merealisasikannya sejauh ini,” tutur Pellegrini kepada La Gazzetta dello Sport.

Tantangan Mourinho di San Siro dini hari nanti bertambah karena pelatih asal Portugal itu baru saja kehilangan asisten pelatih Joao Sacramento.

Kompatriot Mourinho yang masih berusia 32 tahun itu memutuskan untuk mengakhiri dua tahun kebersamaan dengan Mourinho (sebelumnya di Tottenham Hotspur) untuk bersolo karier.

Salvatori Foti telah ditunjuk untuk menggantikan posisi Sacramento.

”Tahun 2021 berakhir dan itu sekaligus akhir dari dua tahun masa suka duka bersama Jose Mourinho. Bekerja bersamamu adalah sebuah impian.

Aku sangat bangga dan merasa dihargai. Semoga kesuksesan selalu menyertaimu,” tulis Sacramento di Instagram. Mourinho dikenal tidak mudah berganti ”tangan kanan”.

Sebelum Sacramento, Mourinho punya relasi 17 tahun dengan mantan asistennya, Rui Faria. Ya, Faria sudah menemani Mourinho sejak di Uniao Leiria pada 2001.

Mereka berpisah ketika The Special One menangani Manchester United pada Mei 2018. Faria kemudian memilih bersolo karier. Tapi, kepelatihannya di klub Qatar Al-Duhail SC hanya bertahan selama setahun (2019–2020). (*)

 

Reporter: JPGroup

Update