Minggu, 24 Mei 2026

Minim Peserta, Batam International Taekwondo Championship 2026 Diundur

Berita Terkait

Juru Bicara Panitia Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo Championship 2026, Daniel. F. Panitia untuk Batam Pos

batampos – Kejuaraan Batam International Taekwondo Championship 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 14–16 Mei 2026 resmi diundur dan akan digelar pada 4–7 September 2026.

Juru Bicara Panitia, Daniel, mengatakan keputusan penundaan diambil setelah jumlah peserta yang mendaftar dinilai belum memenuhi target panitia.

“Perubahan jadwal semata-mata agar kejuaraan ini terlaksana secara maksimal dengan target jumlah peserta yang lebih banyak dari seluruh provinsi dan negara tetangga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5).

Baca Juga: Riquelme Tantang Florentino Perez di Pemilihan Presiden Real Madrid

Menurut Daniel, panitia sebelumnya telah mengundang klub taekwondo dari sedikitnya enam negara, yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan. Namun hingga batas waktu pendaftaran, hanya klub dari Malaysia yang menyatakan kesiapan mengirim atlet secara lisan.

Sementara itu, dari 52 klub di berbagai provinsi yang diundang mengikuti kejuaraan, hanya empat klub yang melengkapi persyaratan administrasi hingga 4 Mei 2026.

“Banyak klub yang tidak mengisi daftar jumlah peserta. Selain itu, jadwal kejuaraan berbenturan dengan ujian sekolah sehingga banyak atlet mengundurkan diri,” katanya.

Panitia juga menilai tingginya harga tiket pesawat dari sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang memberatkan atlet untuk datang ke Batam.

Untuk mempermudah koordinasi, panitia telah membentuk grup WhatsApp sejak 11 Maret 2026 sebagai sarana sosialisasi dan pendataan peserta.

Baca Juga: Fabio Di Giannantonio Tinggalkan VR46 Usai Menang di MotoGP Catalunya

Namun hingga sembilan hari menjelang pelaksanaan, hanya empat klub yang menyelesaikan proses pendaftaran dan pembayaran. Kondisi itu kemudian dibahas dalam rapat daring internal pada 4 Mei 2026 yang melibatkan pengurus Pengprov TI Kepri, Pengkot TI Batam, serta Bidang Pembinaan Prestasi PBTI.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, panitia memutuskan menjadwal ulang kejuaraan menjadi 4–7 September 2026.

“Kami memohon maaf atas perubahan jadwal yang menyebabkan ketidaknyamanan sejumlah pihak. Penjadwalan ulang dilakukan agar kejuaraan berskala internasional ini dapat diikuti lebih banyak atlet dari Indonesia maupun negara tetangga,” ujarnya.

Panitia juga memastikan telah mengembalikan biaya pendaftaran kepada peserta yang telanjur mendaftar. Penggantian biaya juga diberikan kepada peserta yang sudah membeli tiket kapal maupun membayar uang muka hotel.

“Kalau tiket atau hotel tidak bisa direfund, maka kami kembalikan utuh. Kalau hanya bisa refund 50 persen, kami menutupi sisanya agar peserta tidak mengalami kerugian,” kata Daniel.

Baca Juga: Manchester United Resmi Permanenkan Michael Carrick jadi Pelatih

Ia menegaskan panitia justru mengalami kerugian materi akibat penundaan tersebut. Selain itu, pihak panitia juga merasa dirugikan secara psikologis akibat munculnya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang.

Meski demikian, panitia tetap optimistis kejuaraan tersebut mendapat dukungan dari pengurus daerah hingga Pengurus Besar Taekwondo Indonesia karena dinilai menjadi momentum penting bagi perkembangan taekwondo nasional.

“Tidak ada niat kami menjadwal ulang kejuaraan ini, kecuali kondisi yang memaksanya,” tutup Daniel. (*)

Update