Sabtu, 23 Mei 2026

Ini Dia 3 Pemain Arsenal yang Perlu Diwaspadai dan Menyulitkan PSG di Final Liga Champion

Berita Terkait

Declan Rice. F. Istimewa

batampos – Final Liga Champions musim ini menghadirkan duel panas antara Arsenal dan Paris Saint-Germain. Di satu sisi, PSG mendapat kabar baik dengan potensi kembalinya Achraf Hakimi dan Ousmane Dembele. Namun di sisi lain, Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi usai memastikan gelar Premier League.

Tim asuhan Mikel Arteta memang terlihat semakin matang musim ini. Solid saat bertahan, tajam ketika menyerang, dan punya karakter kuat di laga besar. Tidak heran jika PSG harus benar-benar waspada terhadap beberapa pemain kunci Arsenal yang berpotensi menjadi pembeda di final nanti.

Melansir PSG Post, berikut tiga pemain Arsenal yang bisa menjadi ancaman serius untuk PSG di final Liga Champions.

1. David Raya Jadi Tembok Terakhir Arsenal
David Raya mungkin bukan pemain yang paling sering mendapat sorotan utama, tetapi kontribusinya musim ini benar-benar luar biasa. Kiper asal Spanyol tersebut kembali menutup musim sebagai pemilik clean sheet terbanyak di Premier League. Itu menjadi kali ketiga secara beruntun dia meraih pencapaian tersebut, bukti konsistensinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia saat ini.

Arsenal juga tampil sangat solid bersama Raya di bawah mistar. The Gunners hanya kebobolan 26 gol di Premier League musim ini dan baru kemasukan enam gol sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions.

Dengan lini depan PSG yang dipenuhi pemain cepat dan agresif, penampilan Raya bisa menjadi faktor penentu. Jika dia tampil dalam performa terbaiknya, Arsenal punya peluang besar meredam ancaman dari lini serang tim Luis Enrique.

2. Gabriel dan William Saliba, Duo Bek yang Sulit Ditembus
PSG bukan cuma harus memikirkan satu pemain, tetapi juga duet bek tengah Arsenal yang musim ini tampil luar biasa: Gabriel dan William Saliba.

Keduanya menjadi fondasi utama kebangkitan Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Kombinasi fisik, ketenangan, dan kemampuan membaca permainan membuat duet ini menjadi salah satu pasangan bek terbaik di Eropa.

Bukan hanya kuat dalam bertahan, Gabriel dan Saliba juga sangat berbahaya dalam situasi bola mati. Arsenal musim ini memang sering memanfaatkan skema set-piece sebagai senjata utama mereka.

Yang membuat duet ini makin menakutkan adalah kemampuan mereka memutus ritme permainan lawan. PSG dikenal sangat nyaman menguasai bola dan membangun serangan cepat, tetapi Gabriel dan Saliba punya kapasitas untuk membuat permainan Paris terasa frustrasi.

3. Declan Rice, Mesin Pengatur Tempo Arsenal
Jika Arsenal punya jantung permainan di lini tengah, maka jawabannya adalah Declan Rice. Sejak bergabung, gelandang timnas Inggris itu langsung menjadi pemain yang mengatur keseimbangan tim. Rice mampu menjaga tempo permainan, memenangkan duel, sekaligus menjadi pemutus serangan lawan.

Bahkan Luis Enrique sempat memuji Arsenal sebagai Tim terbaik di dunia tanpa bola. Rice jelas menjadi salah satu alasan terbesar di balik penilaian tersebut.

Final nanti kemungkinan besar menghadirkan duel menarik antara Rice dan Vitinha di lini tengah. Siapa yang mampu mengendalikan area ini bisa menentukan arah pertandingan.

Selain itu, Rice juga punya ancaman besar lewat bola mati. Banyak fans masih mengingat dua tendangan bebas spektakulernya ke gawang Real Madrid di Liga Champions musim lalu.

Dengan kualitas yang dimiliki David Raya, duet Gabriel-Saliba, dan Declan Rice, Arsenal jelas punya cukup senjata untuk membuat PSG kesulitan di final.(*)

ReporterJP Group

Update