
batampos – Florentino Perez akhirnya berpotensi menghadapi persaingan nyata dalam pemilihan presiden Real Madrid. Pengusaha asal Spanyol, Enrique Riquelme, secara resmi menyampaikan niatnya untuk maju sebagai kandidat presiden klub.
Kabar ini langsung menarik perhatian publik Madrid karena Perez sudah lama praktis berjalan tanpa oposisi dalam pemilihan internal klub. Presiden berusia 79 tahun tersebut sebelumnya mengumumkan pemilu klub pekan lalu dan memastikan dirinya akan kembali mencalonkan diri di tengah musim mengecewakan Los Blancos.
Tantangan Pertama Perez Setelah Bertahun-Tahun
Perez memang sudah menjadi sosok dominan di Real Madrid selama dua dekade terakhir. Dia pertama kali memimpin klub pada periode 2000 hingga 2006 sebelum mundur, lalu kembali menjabat sejak 2009 hingga sekarang. Dalam lima siklus pemilihan terakhir, Perez bahkan tidak memiliki lawan sama sekali.
Karena itu, kemunculan Enrique Riquelme terasa cukup mengejutkan. Melansir ESPN, dalam surat yang dikirim kepada komisi pemilihan klub, Riquelme menyatakan ingin membawa sebuah proyek untuk Real Madrid di masa depan.
Dia kini memiliki waktu hingga Sabtu (23/5) untuk secara resmi mengajukan pencalonan beserta susunan dewan pengurus yang diusulkan. Jika pencalonannya diterima, anggota klub akan kembali melakukan voting untuk menentukan presiden baru Real Madrid.
Aturan Ketat Jadi Tantangan Besar
Maju sebagai presiden Real Madrid bukan perkara mudah. Aturan klub yang diperketat sejak 2012 menetapkan bahwa kandidat wajib berkewarganegaraan Spanyol, sudah menjadi anggota klub minimal 20 tahun, dan mampu menjamin 15 persen dari anggaran tahunan klub.
Persyaratan finansial tersebut selama ini dianggap menjadi salah satu alasan mengapa sangat sedikit orang berani menantang Perez. Meski begitu, Riquelme tampaknya serius dengan pencalonannya.
Dalam beberapa hari terakhir, dia sempat menyerukan kampanye pemilu yang lebih panjang agar proses pemilihan lebih transparan dan memberi ruang partisipasi lebih besar bagi para fans.
Musim Buruk Jadi Awal Ketidakpuasan
Munculnya penantang untuk Perez tidak lepas dari situasi sulit yang dialami Real Madrid musim ini. Dengan satu laga tersisa di La Liga, Madrid tertinggal 11 poin dari Barcelona yang sudah memastikan gelar juara.
Di Liga Champions, Los Blancos tersingkir di perempat final setelah kalah dari Bayern Munich. Sementara di Copa del Rey, mereka justru dipermalukan klub divisi bawah, Albacete.
Krisis tersebut bahkan membuat Xabi Alonso kehilangan pekerjaannya pada Januari sebelum digantikan Alvaro Arbeloa. Namun perubahan itu belum cukup memperbaiki performa tim.(*)
