Jumat, 22 Mei 2026

Tergabung di Grup Nyaman, Apakah Jerman akan Melaju Jauh di Piala Dunia 2026? Ini Prediksinya

Berita Terkait

Timnas jerman saat tampil di kualifikasi piala dunia belum lama ini. F. Istimewa

batampos – Jerman datang ke Piala Dunia 2026 dengan misi besar menghapus memori buruk dua edisi terakhir setelah selalu tersingkir di fase grup. Generasi baru yang dipimpin Jamal Musiala dan Florian Wirtz kini menjadi harapan untuk mengembalikan wibawa Die Mannschaft di panggung dunia.

Selama bertahun-tahun, Jerman dikenal sebagai simbol konsistensi dan mental juara. Namun sejak menjadi kampiun Piala Dunia 2014, performa mereka terus menurun hingga menciptakan tekanan besar menuju turnamen 2026.

Jalan Panjang Menuju Kebangkitan
Jerman lolos ke Piala Dunia 2026 dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan dalam fase kualifikasi. Tim asuhan Julian Nagelsmann mencetak 16 gol dan hanya kebobolan tiga kali.

Awalnya, mereka sempat dikejutkan kekalahan 0-2 dari Slovakia pada laga pembuka.

Namun setelah itu Die Mannschaft bangkit dengan lima kemenangan beruntun yang memperlihatkan peningkatan stabil dari sisi permainan maupun mental bertanding.

Penyerang muda Nick Woltemade tampil sebagai top skor tim dengan empat gol selama kualifikasi. Performa tersebut membuat namanya mulai mendapat perhatian besar jelang turnamen utama musim panas nanti.

Jerman tergabung dalam grup yang relatif nyaman bersama Ecuador, Côte d’Ivoire, dan Curaçao. Situasi ini dinilai menjadi kesempatan ideal untuk membangun kepercayaan diri sejak pertandingan pertama.

Julian Nagelsmann dan Taruhan Besarnya
Piala Dunia 2026 menjadi debut besar Nagelsmann sebagai pelatih di turnamen dunia. Di usia 38 tahun, dia memikul ekspektasi besar untuk mengembalikan identitas sepak bola Jerman yang sempat hilang dalam beberapa tahun terakhir.

Nagelsmann dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik modern dan fleksibel. Formasi favorit 4-2-3-1 miliknya memungkinkan para pemain kreatif bergerak bebas dan bertukar posisi sepanjang pertandingan.

Permainan berbasis penguasaan bola menjadi ciri utama Jerman saat ini. Mereka tidak sebrutal Argentina atau setajam Spanyol, tetapi tetap mampu mengontrol ritme laga dengan presisi tinggi.

Kelebihan terbesar skuad ini terletak pada fleksibilitas pemain depan. Musiala, Wirtz, hingga Leroy Sané mampu bermain di beberapa posisi berbeda sesuai kebutuhan taktik.

Namun ada kelemahan yang masih menghantui. Jerman belum memiliki striker murni yang konsisten mencetak gol dalam pertandingan besar, sesuatu yang sempat menjadi identitas kuat mereka di era sebelumnya.

Jamal Musiala dan Florian Wirtz Jadi Harapan Utama
Musiala diprediksi menjadi pusat kreativitas permainan Jerman di Piala Dunia 2026. Kemampuan pemain FC Bayern Munich itu dalam mencari ruang sempit membuatnya sangat sulit dihentikan lawan.

Kondisi fisiknya juga sudah pulih total setelah cedera patah kaki dan engkel yang sempat menakutkan pada ajang Club World Cup tahun lalu. Kehadirannya menjadi kabar besar bagi Nagelsmann menjelang turnamen.

Di sisi lain, Wirtz diperkirakan memainkan peran vital dari sisi kiri serangan. Gelandang kreatif milik Bayer 04 Leverkusen tersebut tampil luar biasa sepanjang musim dan menjadi motor permainan tim nasional.

Nama lain yang mulai mencuri perhatian adalah Woltemade. Setelah pindah ke Newcastle United F.C., reputasinya meningkat tajam dan banyak pihak mulai percaya dia layak menjadi striker utama Jerman.

Saat ini, posisi penyerang tengah masih kemungkinan ditempati Kai Havertz. Meski begitu, tekanan terhadap Havertz cukup besar karena dianggap belum cukup klinis dalam laga penting.

Manuel Neuer Kembali, Pertahanan Masih Jadi Sorotan
Salah satu keputusan paling mengejutkan datang dari sektor penjaga gawang. Nagelsmann sukses membujuk Manuel Neuer untuk keluar dari pensiun dan kembali memperkuat tim nasional di usia 40 tahun.

Keputusan itu otomatis menggeser Oliver Baumann yang sebenarnya bermain penuh selama fase kualifikasi.

Nagelsmann menilai pengalaman Neuer tetap sangat penting untuk membantu generasi muda menghadapi tekanan besar turnamen dunia.

Di lini belakang, kombinasi Joshua Kimmich, Jonathan Tah, dan Nico Schlotterbeck memberi keseimbangan antara pengalaman dan agresivitas.

Meski demikian, pertahanan Jerman belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam laga uji coba melawan Swiss, mereka kebobolan tiga gol dan nyaris kehilangan kemenangan sebelum Wirtz tampil heroik dalam skor 4-3.

Kemenangan 2-1 atas Ghana juga belum sepenuhnya memuaskan. Jerman hanya mampu mencetak satu gol dari permainan terbuka melawan tim yang berada di peringkat ke-74 FIFA.

Seberapa Jauh Jerman Bisa Melangkah?
Ekspektasi publik Jerman sebenarnya cukup realistis untuk Piala Dunia 2026. Minimal mereka harus lolos dari fase grup setelah dua kegagalan memalukan pada edisi sebelumnya.

Jika berhasil melewati fase awal, tekanan besar baru akan dimulai di babak gugur.

Banyak pendukung sadar peluang juara mungkin belum sebesar era emas sebelumnya, tetapi mereka tetap menginginkan perjalanan panjang yang layak untuk negara dengan empat gelar dunia.

Lawan yang paling ingin dihindari Jerman adalah France. Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Prancis masih dianggap menjadi ancaman terbesar bagi Die Mannschaft.

Satu hal yang pasti, Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian besar bagi generasi baru sepak bola Jerman. Jika kembali gagal sejak awal, tekanan dan kritik dipastikan datang jauh lebih keras dibanding sebelumnya.(*)

 

ReporterJP Group

Update