
batampos – Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri sebagai juara Ligue 1 musim 2025/2026 setelah menundukkan pesaing terdekatnya, Lens, dengan skor 2-0 pada laga yang digelar pada Kamis (14/5) di Stade Bollaert-Delelis. Kemenangan itu membuat tim asuhan Luis Enrique unggul sembilan poin di puncak klasemen dengan hanya satu pertandingan tersisa yang membuat para pesaingnya tidak mungkin lagi dapat mengejar.
Gol pembuka PSG dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia pada babak pertama, sebelum Ibrahim Mbaye menggandakan keunggulan di penghujung pertandingan. Gelar itu menjadi yang ke-12 dalam 14 musim terakhir, sekaligus mengunci gelar liga kelima secara beruntun mereka. Hasil itu juga membuat PSG tercatat sebagai klub tersukses di Ligue 1 dengan total 14 trofi, unggul empat gelar dari Saint-Etienne dan Marseille.
Sementara itu, Lens yang sempat memimpin klasemen dalam beberapa periode musim ini harus mengubur mimpi meraih gelar pertama sejak 1998. Rentetan hasil kurang maksimal, termasuk kekalahan dari Monaco, Lorient, dan Lille, serta hasil imbang melawan Brest dan Nice, membuat mereka kehilangan momentum dalam perburuan gelar.
Pertandingan antara PSG dan Lens sendiri sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada 11 April, tetapi harus ditunda atas permintaan PSG kepada Ligue de Football Professionnel (LFP) karena bertepatan dengan jadwal perempat final Liga Champions melawan Liverpool.
Kesuksesan itu juga menjadi gelar ketiga berturut-turut bagi Luis Enrique di Ligue 1 sejak menangani PSG pada 2023. Pelatih asal Spanyol tersebut berperan besar dalam membangun ulang tim setelah kepergian sejumlah pemain bintang seperti Lionel Messi, Neymar, Sergio Ramos, hingga Kylian Mbappe yang hengkang ke Real Madrid.
Di lini serang, Ousmane Dembele dan Bradley Barcola menjadi andalan dengan masing-masing mencetak 10 gol di liga musim ini. Keduanya melanjutkan konsistensi performa setelah mencatatkan kontribusi besar pada musim sebelumnya.
Meski gagal menyapu bersih seluruh gelar domestik setelah tersingkir di babak 16 besar Coupe de France oleh Paris FC, PSG tetap meraih sejumlah trofi lainnya musim ini, termasuk Trophee des Champions, UEFA Super Cup, dan FIFA Intercontinental Cup, yang semuanya dimenangkan melalui adu penalti.
Dilansir dari The Athletic, dominasi PSG tidak lepas dari perubahan besar sejak diakuisisi oleh Qatar Sports Investments (QSI) pada 2011. Dukungan finansial yang kuat membuat PSG menjelma menjadi kekuatan utama di sepak bola Prancis. Sebelum akuisisi dilakukan, PSG hanya mengoleksi dua gelar liga sejak berdiri pada 1970.
Saat ini, keberhasilan di Ligue 1 juga berpengaruh terhadap performa impresif PSG di kancah Eropa. Setelah meraih trofi Liga Champions pertama mereka musim lalu, PSG kembali melaju ke final musim ini dan akan menghadapi Arsenal di Budapest pada 30 Mei.
Tim asuhan Luis Enrique menunjukkan performa gemilang setelah menyingkirkan Bayern Munchen di semifinal Liga Champions. PSG bahkan berpeluang mencatat sejarah baru di Eropa dengan menjadi klub pertama yang menjuarai Liga Champions secara beruntun sejak Real Madrid melakukannya pada periode 2016 hingga 2018.(*)
