
batampos – Real Madrid hampir dipastikan mengakhiri musim ini tanpa satu pun gelar. Setelah tersingkir dari Copa Del Rey dan Liga Champions, mereka juga kesulitan bersaing dengan pemuncak klasemen Barcelona yang selangkah lagi menjadi jawara La Liga.
Tak ingin kembali terpuruk pada musim depan, Real Madrid pun mulai menyusun sejumlah rencana. Presiden Los Blancos, Florentino Perez, disebut menjadikan Mourinho sebagai target utama untuk kembali menangani tim di Santiago Bernabeu.
Di Spanyol, rumor kepulangan Mourinho ke Madrid terus menguat. Florentino Perez diyakini sangat menginginkan mantan pelatihnya itu kembali memimpin skuad Los Blancos.
Pengalaman dan karakter kuat Mourinho dianggap cocok untuk menangani ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang.
Nama-nama seperti Vinicius Junior, Kylian Mbappe, hingga Jude Bellingham disebut membutuhkan figur pelatih yang punya wibawa besar dan Mourinho dianggap memenuhi kriteria tersebut.
Jose Mourinho kembali diincar untuk kembali menukangi Los Blancos musim depan setelah Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa sama-sama gagal total menangani Vinicius Jr dkk.
Tak cukup satu CLBK, Real Madrid dikabarkan akan menarik kembali mantan gelandang andalan Los Blancos asal Jerman, Toni Kroos, seperti dilaporkan oleh Marca. Lantas, Kroos akan bertindak sebagai apa di Madrid?
Dalam laporan tersebut, Madrid sedang mempertimbangakn untuk menempatkan Toni Kroos ke dalam struktur klub. Disinyalir, Los Blancos mengambil langkah itu karena terinspirasi saat menarik kembali Zinedine Zidane sekitar 2014 lalu.
Rencananya, pemain yang sukses membawa Jerman juara dunia 2014 itu akan memulai peran sebagai penasehat klub, sekaligus mewakili Madrid ke acara-acara resmi. Kroos juga tak menutup kemungkinan untuk bisa bekerja lebih dekat dengan skuad, termasuk berperan dalam struktur kepelatihan.
Sebagai informasi, ketika Zidane ditarik kembali oleh Madrid, ia mengawalinya sebagai bagian dari asisten pelatih Carlo Ancelloti, lalu menangani tim cadangan Los Blancos, hingga diangkat menjadi pelatih tim utama menggantikan Rafael Benitez pada 2015.
Kroos sendiri merupakan pemain andalan Real Madrid, termasuk saat ditangani oleh Zinedine Zidane. Ia telah memenangkan 23 gelar selama satu dekade di Santiago Bernabeu, termasuk lima gelar Liga Champions dan empat gelar La Liga.
Tak hanya itu, Kroos juga salah satu raja assist, di mana ia mencatatkan 99 assist selama berseragam Madrid, menyumbangkan 28 gol selama 465 pertandingan. Bersama Luca Modric, keduanya menjadi salah satu duet mematikan yang pernah dimiliki lapangan tengah Los Blancos.
Setelah pensiun dari dunia sepak bola profesional pasca Euro 2024, mantan pemain Bayern Munchen tersebut sedang fokus menjadi podcaster bersama saudaranya, Felix, dalam siniar bertajuk “Einfach mal Luppen”.
Tak hanya itu, kecintaannya pada sepak bola yang telah membesarkan namanya juga tetap diwujudkan setelah gantung sepatu, dengan mendirikan Toni Kroos Academy yang dibuka pada September 2024 di Madrid.
Pembawaannya yang tenang dan karismatik dinilai bisa membantu membenahi kondisi internal Real Madrid musim depan, karena selama semusim ini, di dalam tubuh El Real banyak isu perpecahan mulai dari perselisihan pelatih sebelumnya, Xabi Alonso dengan sejumlah pemain bintang, serta tingkah laku Vinicius Jr yang kerap merugikan tim di dalam lapangan. (*)
