
batampos – Dua seri balapan Formula One di Timur Tengah resmi dibatalkan menyusul meningkatnya konflik di kawasan Asia Barat. Keputusan tersebut diumumkan oleh manajemen F1 bersama badan pengatur motorsport dunia, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA).
Balapan Bahrain Grand Prix yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April 2026 serta Saudi Arabian Grand Prix pada 19 April 2026 dipastikan tidak akan digelar.
Pembatalan dilakukan karena pihak penyelenggara telah mendekati batas waktu kritis untuk mengambil keputusan terkait logistik dan keamanan.
Pihak manajemen F1 memilih untuk tidak mengirimkan lebih banyak peralatan balap ke Bahrain di tengah situasi keamanan yang tidak menentu di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan bersama, FIA dan manajemen Formula One menyebutkan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan balapan.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mengatakan keselamatan komunitas motorsport menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil.
“FIA selalu menempatkan keselamatan dan kesejahteraan komunitas serta rekan kerja kami sebagai prioritas. Setelah pertimbangan yang matang terhadap situasi saat ini, keputusan ini diambil dengan tanggung jawab tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sirkuit Bahrain International Circuit yang seharusnya menjadi lokasi balapan diketahui berada sekitar 32 kilometer dari pangkalan militer Amerika Serikat yang dilaporkan pernah menjadi sasaran serangan Iran.
Selain itu, sebagian peralatan tim Formula One juga disebut masih tertahan di Bahrain sejak sesi uji coba pramusim karena belum dapat dipindahkan keluar dari negara tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi tim dan penyelenggara karena ada risiko peralatan tambahan tidak dapat dievakuasi jika situasi keamanan semakin memburuk.
Meski demikian, Mohammed Ben Sulayem menegaskan bahwa Bahrain dan Arab Saudi tetap menjadi bagian penting dalam kalender balap Formula One.
“Bahrain dan Arab Saudi merupakan bagian penting dari ekosistem musim balap kami, dan saya berharap dapat kembali ke kedua negara tersebut ketika kondisi sudah memungkinkan,” katanya.
Akibat pembatalan dua seri tersebut, penyelenggara memperkirakan tidak akan ada balapan pengganti. Hal ini karena keterbatasan waktu untuk mencari sirkuit alternatif serta tantangan logistik yang cukup besar.
Musim balap Formula One 2026 diperkirakan tetap berjalan dengan total 22 seri. Setelah seri ketiga di Japanese Grand Prix pada 29 Maret, balapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Miami Grand Prix pada 3 Mei.
Jeda sekitar lima minggu tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan oleh tim untuk melakukan pengembangan dan penyempurnaan mobil balap mereka sesuai regulasi terbaru yang diterapkan dalam kompetisi Formula One. (*)
