
batampos – Situasi Real Madrid jelang menghadapi Getafe bisa dirangkum dalam satu kalimat, kabar baik datang tapi kabar buruk ikut menyusul.
Melansir Defensa Central, di satu sisi, Alvaro Arbeloa akhirnya bisa kembali mengandalkan Rodrygo dan Dean Huijsen yang sudah pulih dari cedera. Di sisi lain, daftar pemain absen justru bertambah panjang.
Total enam nama penting dipastikan tak bisa tampil di Santiago Bernabeu.
Dua Kembali, Enam Menepi
Kembalinya Rodrygo dan Huijsen jelas menjadi angin segar. Keduanya sudah berlatih normal bersama tim dan siap dimainkan. Untuk Huijsen, peluang tampil sejak menit pertama cukup besar, apalagi lini belakang sedang kekurangan opsi.
Rodrygo pun memberi Arbeloa alternatif tambahan di lini depan. Dengan absennya Mbappe, kehadiran winger Brasil itu bisa sangat krusial untuk menjaga daya ledak serangan Madrid. Namun di balik kabar positif tersebut, realitasnya tetap berat.
Raul Asensio dipastikan absen setelah mengalami gegar otak dalam laga kontra Benfica. Meski kondisinya membaik, tim medis belum memberi lampu hijau untuk kembali bertanding.
Eduardo Camavinga juga harus menepi. Cedera yang dialaminya memang tidak tergolong serius, tetapi cukup untuk membuatnya absen dari skuad. Dia bergabung dengan Dani Ceballos dan Jude Bellingham yang lebih dulu masuk ruang perawatan.
Belum selesai sampai di situ, Kylian Mbappe dan Eder Militao pun masih belum tersedia. Artinya, enam pemain inti tak bisa diturunkan dalam laga yang seharusnya menjadi momen bangkit setelah kehilangan posisi puncak klasemen.
Opsi Darurat dari Tim Muda
Kondisi ini memaksa Arbeloa memanggil gelandang muda Thiago Pitarch untuk ikut sesi latihan tim utama. Meski Real Madrid Castilla juga memiliki jadwal pertandingan, kebutuhan tim senior jelas menjadi prioritas.
Pitarch diproyeksikan masuk dalam skuad sebagai pelapis di lini tengah yang kini cukup timpang. Masalahnya, Real Madrid tak punya ruang untuk alasan.
Barcelona sudah lebih dulu menang atas Villarreal. Jika Los Blancos terpeleset lagi, jarak poin bisa semakin melebar dalam fase kompetisi yang semakin mendekati garis akhir.
Dengan semakin sedikit pertandingan tersisa, setiap laga kini terasa seperti final mini. Satu kesalahan kecil bisa berdampak besar pada perburuan gelar.
Arbeloa tentu menyadari tekanan itu. Meski skuadnya tidak lengkap, targetnya tetap sama tiga poin. Dalam momen seperti ini, bukan soal siapa yang absen tapi siapa yang siap mengambil tanggung jawab.(*)
