
batampos – Undian fase Liga Champions 2025/2026 resmi digelar di Monaco, Kamis (28/8) malam waktu setempat. Sebanyak 36 tim peserta telah mengetahui delapan lawan yang akan mereka hadapi pada periode September hingga Januari mendatang. Format anyar ini memasuki tahun keduanya, setelah musim lalu memicu pro-kontra namun tetap menyuguhkan laga-laga kelas atas.
Sebagai kompetisi paling prestisius di Eropa, Liga Champions musim ini menghadirkan atmosfer yang tak kalah panas. Enam klub Premier League, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Newcastle United, dan Tottenham Hotspur, kembali ambil bagian.
Sang juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) bertekad mempertahankan gelar, sementara Real Madrid sebagai pemegang 15 trofi ingin menambah koleksi. Di sisi lain, Barcelona, Bayern Munchen, Inter Milan, dan Juventus juga mengincar jalan panjang hingga babak final.
Meski baru sebatas undian, sejumlah tim dinilai mendapatkan jalur yang lebih ringan dibanding lainnya. Berdasarkan analisis Opta, ada yang disebut sebagai pemenang undian, ada pula yang masuk kategori paling merugi. Melansir dari Sport Mole, inilah gambaran peta persaingan hasil undian fase liga musim ini.
Arsenal dan Tottenham bisa dikatakan sebagai salah satu pihak yang beruntung. Menurut data Opta, The Gunners dan Spurs sama-sama mendapat lawan dengan tingkat kesulitan relatif rendah. Spurs besutan Thomas Frank misalnya, akan meladeni Borussia Dortmund, Villarreal, Eintracht Frankfurt, dan debutan asal Norwegia, Bodo/Glimt, yang semuanya berada di papan bawah pot undian masing-masing. Satu-satunya lawan terberat mereka adalah sang juara bertahan PSG.
Di sisi lain, Arsenal memang harus kembali berjumpa Bayern Munchen yang kerap menjadi momok. Mereka juga dijadwalkan bertandang ke markas Inter Milan. Namun, sisanya dianggap cukup bersahabat. Klub Brugge, Olympiakos, Slavia Praha, serta pendatang baru asal Kazakhstan, Kairat Almaty, diyakini tak akan terlalu menyulitkan. Apalagi, Opta menempatkan Kairat di peringkat 474 dunia, terendah di antara seluruh peserta.
Barcelona pun termasuk beruntung. Sebagai juara La Liga dan semifinalis musim lalu, Blaugrana memang akan menghadapi PSG dan Chelsea, tapi diprediksi jadi favorit dalam duel-duel lainnya. Frankfurt, Brugge, Olympiakos, Slavia Praha, Copenhagen, hingga Newcastle diyakini bisa ditaklukkan. Laga-laga tersebut berpotensi menjadi ajang unjuk kekuatan awal bagi skuad asuhan Hansi Flick.
Bagaimana dengan Liverpool, Manchester City, dan Chelsea? Ketiganya masuk kategori netral, tidak benar-benar diuntungkan, tetapi juga tidak terlalu dirugikan. Liverpool yang kini dilatih Arne Slot bakal menghadapi lawan berat seperti Real Madrid, Atletico Madrid, dan Inter Milan. Namun, mereka tetap diunggulkan saat bersua Frankfurt, PSV Eindhoven, Marseille, dan Galatasaray. Pertandingan termudah jelas melawan Qarabag di Anfield.
Manchester City kembali dipertemukan dengan Real Madrid untuk kelima kalinya secara beruntun di Liga Champions. Selain itu, Napoli yang berstatus juara Serie A akan datang ke Etihad. Pep Guardiola dan anak asuhnya juga akan berjumpa Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, Villarreal, Galatasaray, hingga AS Monaco. Bahkan, lawatan ke markas Bodo/Glimt di Skandinavia pun diperkirakan tak mudah.
Sementara Chelsea yang baru saja menjuarai Piala Dunia Antarklub FIFA, mendapatkan undian campuran. The Blues akan menghadapi tim lemah seperti Pafos dan Qarabag, serta Ajax yang posisinya rendah di pot 3. Namun, mereka tetap harus berjibaku melawan Barcelona, Bayern Munchen, Napoli, Atalanta, dan Benfica. Melansir dari Sport Mole, Benfica disebut sebagai lawan yang bisa kembali menyulitkan Chelsea, seperti yang terjadi di turnamen antarklub awal tahun ini.
Jika Arsenal, Spurs, dan Barcelona tersenyum, nasib berbeda menimpa PSG, Bayern, dan Newcastle. Berdasarkan data Opta, ketiganya masuk daftar ‘paling apes’. Meski berstatus tim unggulan di pot 1, PSG dan Bayern justru kebagian lawan-lawan kelas berat sejak fase liga.
PSG besutan Luis Enrique harus meladeni Barcelona, Atalanta, Leverkusen, Tottenham, Sporting Lisbon, serta dua tim pot 4 terkuat, yakni Newcastle dan Athletic Bilbao. Bayern pun tak kalah berat. Selain menghadapi Arsenal dan Chelsea, mereka juga ditantang Sporting, PSV, dan Club Brugge yang sedang naik peringkat ke posisi 32 dunia versi Opta.
Newcastle menjadi satu-satunya klub Inggris dengan tingkat kesulitan undian terberat. Sebagai tim pot 4, Eddie Howe dan pasukannya menghadapi jadwal yang menakutkan: Barcelona, PSG, Leverkusen, Benfica, Union Saint-Gilloise, dan Athletic Bilbao. Berdasarkan peringkat, The Magpies menempati posisi terbawah di antara kontestan Premier League dalam hal kemudahan jadwal.
Fase liga musim ini jelas akan menjadi ujian berat bagi tim-tim besar Eropa. Format baru yang mempertemukan lebih banyak raksasa sejak awal memastikan tak ada lagi istilah jalan mulus ke babak gugur. Meski undian memberikan gambaran, hasil akhir tetap ditentukan performa di lapangan.
Bagi Premier League, enam wakil mereka menunjukkan spektrum berbeda. Arsenal dan Tottenham boleh optimistis, Chelsea dan Liverpool harus berhitung matang, sementara City tetap dengan beban ekspektasi tinggi. Newcastle? Mereka mungkin harus bersiap menghadapi musim yang penuh cobaan.
Pada akhirnya, undian Liga Champions 2025/26 semakin menegaskan satu hal: kompetisi ini selalu menghadirkan drama sejak awal. Dari undian saja, sudah jelas siapa yang harus tersenyum, dan siapa yang harus waspada menghadapi badai! (*)
