
batampos – Hasil pahit ditelan oleh dua tim tuan rumah, Liga Indonesia All Star dan Persib Bandung dalam memulai perjuangan di Piala Presiden 2025. Mereka menelan kekalahan dari tamunya dari luar negeri, yakni Oxford United FC (Inggris) dan Port FC (Thailand), Minggu (6/7).
Liga Indonesia All Star jadi tim dengan torehan hasil terpahit karena kalah dengan skor telak. Menjamu Oxford United FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, tim besutan Rahmad Darmawan itu kalah 3-6.
Tiga gol Liga Indonesia All Star dicetak oleh Riko Simanjuntak pada menit ke-14, Rizky Dwi pada menit ke-75, dan Eksel Runtukahu pada menit ke-81. Namun khusus gol Riko dan Rizky, tercipta berkat memanfaatkan kesalahan lini belakang Oxford United FC.
Hanya gol dari Eksel Runtukahu saja yang tercipta lewat skema permainan ciamik. Pemain anyar Persija Jakarta itu membobol gawang Oxford United FC lewat sundulan, memanfaatkan umpan manja Septian David Maulana.
Sayangnya gol yang bersarang ke gawang Liga Indonesia All Star lebih banyak. Ada enam gol dibuat oleh Oxford United FC, dengan tiga di antaranya tercipta di babak pertama. Masing-masing lewat Thomas Mark Harris dua kali dan Michal Slowir Helik.
Adapun tiga gol Oxford United FC lain tercipta pada babak kedua. Para pencetak golnya pun berbeda-beda lagi, yakni Christopher Bradshaw, Przemyslaw Placheta, dan Brian De Keersmaecker.
Dalam laga ini, dua pemain Timnas Indonesia di Oxford United FC turut mendapatkan menit bermain. Ole Romeny tampil pada babak pertama, sedangkan Marselino Ferdinan beraksi di babak kedua.
Sementara Persib Bandung yang bermain pada sore hari di lokasi berbeda, juga mendapatkan hasil negatif. Pangeran Biru harus mengakui ketangguhan tim Thailand Port FC di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Tampil di hadapan 20 ribu penonton dan pendukungnya sendiri, tim juara Liga 1 Indonesia dalam dua musim terakhir itu menyerah dengan skor 0-2 dari Port FC, yang diperkuat Bek Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar.
Pangeran Biru yang memainkan para pemain barunya seperti Saddil Ramdani, Alfeandra Dewangga, Luciano Guaycochea, Patricoo Matricardi, Berguinho, dan lainnya, tampaknya masih butuh waktu untuk adaptasi dan membangun chemistry. (*)
