Rabu, 28 September 2022

Undian Tak Menguntungkan Bagi Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia

Berita Terkait

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. (F. NOC Indonesia)

batampos – Pelatih tunggal putra Indonesia Irwansyah agak terkejut. Juga sedikit kecewa. Sebab, hasil undian Kejuaraan Dunia 2022, memang berada di luar harapannya.

Tiga jagoan pelatnas Cipayung, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Chico Aura Dwi Wardoyo kompak berkumpul di top half alias bagan bagian atas. Sedangkan satu pemain lain, tunggal nonpelatnas Tommy Sugiarto berada di pool bawah.

Yang bikin gentar, Ginting, Chico, dan Jonatan bisa bertemu lebih awal dengan pemain nomor satu dunia dan tunggal putra paling dominan di dunia saat ini, Viktor Axelsen.

Jika jalannya lancar, Chico bisa berjumpa dengan Axelsen di babak ketiga. Ginting bisa berduel dengan Axelsen di perempat final. Sedangkan Jonatan bisa bertarung di semifinal.

“Saat melihat hasil drawing, saya agak sedikit kecewa. Saya berpikir, waduh ketemunya cepet banget. Tetapi namanya drawing, kami kan tidak bisa mengatur,” ucap Irwansyah dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/8).

“Tidak bisa tidak, kami harus siap. Kami akan bermain satu ronde demi satu ronde. Fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Saya memimta para pemain bersiap untuk menghadapi ini semua,” tambah Irwansyah.

Irwansyah menuturkan bahwa persiapan pemainnya sangat bagus. Ginting dkk sangat fokus untuk menghadapi Kejuaraan Dunia 2022. Para pemain, imbuh Irwansyah, sudah sangat siap untuk bertanding.

Kondisi fisik, teknik, dan mental para pemain, sudah berada dalam posisi ideal. “Kami tinggal berangkat saja,” ucapnya.

“Dalam sebulan ini kami melakukan persiapan yang keras dalam hal fisik, stroke, dan yang paling penting adalah pikiran. Sejak dalam latihan, para pemain sudah sangat bersemangat,” imbuhnya.

Irwansyah menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan beban apapun kepada pemainnya. “Buat apa pasang target kalau itu menjadi beban? Nikmati saja. Main saja. Persiapan kami bagus dan kami akan berusaha keras. Dan soal menang dan kalah, nanti pada akhirnya Tuhan yang mengatur,” ucapnya.

“Bagi saya, saat ini menata pikiran adalah hal yang paling penting. Para pemain harus nyaman dan menikmati kejuaraan ini. Mereka harus rileks. Kalau mereka bisa enjoy, kemungkinan hasilnya akan lebih bagus,” kata Irwansyah lagi.

Ginting setuju dengan ucapan pelatihnya. Dia ingin menjalani Kejuaran Dunia 2022 dengan fokus secara bertahap. Dari satu pertandingan ke pertandingan. Dan misi itu dimulai saat menghadapi pemain asal Brasil Ygor Coelho pada babak 64 besar.

Ginting belum akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Termasuk dengan peluang untuk bertemu Axelsen di perempat final.

Walau begitu, Ginting mengatakan bahwa Axelsen adalah lawan yang sangat berat. Dia memiliki postur yang tinggi. Kemampuan defensenya meningkat dengan pesat. Jangkauan dan penguasaan lapangan Axelsen luar biasa. Ini membuat pertahanannya amat rapat dan begitu susah ditembus.

Selain itu, Axelsen memiliki serangan yang sangat mematikan.

“Axelsen tahun ini berbeda dengan dia beberapa tahun yang lalu. Sekarang, Axelsen sudah aware dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” ucap Ginting.

“Oleh karena itu, dari awal sampai akhir saya harus siap. Ini bukan cuma soal fokus saja. Tetapi strateginya memang harus tepat juga,” tambah Ginting.

Ginting menambahkan bahwa segala aspek sudah dia siapkan. Dia sudah melihat dan mengevaluasi pertandingan-pertandingan yang dia lewati sepanjang tahun ini. Komponen mana yang harus diperbaiki. Komponen mana yang harus ditingkatkan.

“Saya kali ini banyak meningkatkan aspek fisik dan stroke. Sisanya tinggal menjaga pikiran. Saya juga mulai memiliki kepercayaan diri (setelah juara Singapore Open 2022). Sekarang tugasnya adalah menjaga momentum itu,” tambah Ginting.

“Masih ada waktu kurang lebih satu minggu lagi sebelum berangkat. Semoga di sisa persiapan ini, saya bisa lebih baik lagi, lebih fokus lagi, dan yang paling penting terhindar dari cedera.”

“Saya tidak terlalu berpikir hasil-hasil di pertandingan sebelumnya. Tetapi memang, pertandingan-pertandingan itu harus dijadikan pelajaran untuk di Kejuaraan Dunia. Semua pemain punya kans yang sama, tinggal nanti di lapangannya siapa yang lebih siap,” lanjut pemain yang menempati unggulan keenam tersebut.

Di sisi lain, Chico Aura Dwi Wardoyo juga merasa persiapannya sudah baik. Prioritasnya saat ini adalah menjaga kondisi. “Di minggu-minggu ini, saya harus menjaga badan, otot, dan mental,” ucap Chico.

Chico yang baru Selalu lalu (9/8) dipastikan berlaga di Kejuaraan Dunia 2022 mengaku bahagia mendapatkan kesempatan untuk tampil pada ajang bergengsi ini.

“Pastinya ingin memberikan permainan yang terbaik, mengeluarkan semua yang sudah saya dapat di latihan, juga menikmati setiap pertandingan,” ucapnya.

Pada tahun ini, Chico berhasil meraih gelar BWF World Tour pertamanya dengan menjadi jaura Malaysia Masters 2022. Namun, pada turnamen pekan berikutnya di Singapore Open 2022, Chico langsung tumbang pada babak pertama. Dia dikalahkan pemain asal Kanada Brian Yang dalam dua game langsung.

Chico mengaku bahwa menjadi juara Malaysia Masters 2022 membuat dirinya tegang dan cukup terbebani. Situasi mental inilah yang membikin permainannya tidak maksimal. Hal yang tidak boleh terjadi lagi pada ajang-ajang berikutnya. Terutama di turnamen sebesar Kejuaraan Dunia 2022.

“Memang di Singapore Open itu saya kurang lepas. Jadi sekarang mulai nol lagi, fokus lagi,” kata Chico.

Kejuaraan Dunia 2022 akan berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, pada 22 sampai 28 Agustus mendatang. Tunggal putra Indonesia sudah cukup lama tidak menjadi juara dunia.

Tunggal putra Indonesia terakhir yang menjadi juara dunia adalah Taufik Hidayat. Taufik menjadi kampiun pada Kejuaraan Dunia 2005 di Anaheim, Amerika Serikat.

Pada partai final, Taufik mengalahkan legenda Tiongkok Lin Dan saat format pertandingan masih memakai sistem klasik pindah bola. Ketika itu, Taufik menang dalam dua game langsung dengan skor 15-3 dan 15-7. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Update