Tim Sepak Bola Dispesialkan, Perenang I Gede Sudartawa Tinggalkan Parade Peraih Medali SEA Games 2023

0
97
Bus pawai Timnas U-22 dan Juara SEA Games 2023 mengitari kawasan Bundaran HI dari Kemenpora. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Bus pawai Timnas U-22 dan Juara SEA Games 2023 mengitari kawasan Bundaran HI dari Kemenpora. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

batampos – Pawai atau arak-arakan peraih medali SEA Games 2023 berlangsung ramai di Jakarta, Jumat (19/5). Momen itu terkesan begitu membahagiakan, walau tak dirasakan perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa.

Siman, peraih medali emas nomor 50 meter gaya punggung, merasa tak dihargai saat mengikuti pawai tersebut. Perasaan itu pula yang membuatnya meninggalkan acara alias tak mengikuti arak-arakan hingga selesai.

“Kayaknya sih enggak (ikut sampai ke GBK). Melihat seperti itu (kondisinya) kayaknya tidak diperlukan sebenarnya kehadiran kami,” ujar Siman.

Baca Juga: Bek Thailand Tuding Wasit jadi Penyebab Perkelahian di Final Sepak Bola SEA Games 2023

Siman memang mengeluh dengan acara tersebut, karena dirinya beserta atlet lain merasa tak dihargai sejak awal. Siman kemudian menceritakan tentang keluhannya, seperti para atlet yang mengikuti parade wajib datang di Kantor Kemenpora sebelum pukul 08.00 wib.

Namun, Siman dan para atlet lainnya diminta pemandu acara untuk bersabar karena masih harus menunggu timnas Indonesia U-22 yang tak kunjung datang.

“Kami merasa kok ada cabor yang terlalu dispesialkan. Kami merasa tidak dihargai, sudah datang awal sesuai waktu, disuruh menunggu. Kami sama-sama berjuang, kok. Kami juga sama-sama dapat medali. Kenapa seperti itu? Terus pas waktu berangkat kok terjadi kesenjangan yang jauh,” timpalnya.

Baca Juga: Arak-arakan Timnas Sepak Bola dan 87 Emas SEA Games 2023 Disambut Meriah

Bagaimana tidak, saat puluhan atlet dari 31 cabang olahraga peraih medali SEA Games 2023 kompak naik bus karnaval yang disediakan Kemenpora. Tapi, timnas U-22 malah datang dengan bus double decker sekaligus memimpin rombongan.

“Jauh sekali perbedaanya. Jadi kita ngerasain kayak ini selebrasi buat satu cabor saja atau buat semuanya? Kenapa terjadi perbedaan? Kami berjuang bersama kan harusnya dipukul rata dong. Semua sama, harus sama. Kami kan berjuang juga di SEA Games, tapi terjadi banyak perbedaan. Kami merasa sedikit tidak logis saja sebagai atlet. Bisa dibilang gak sportif lah jadinya,” kata Siman. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini