Tidak Dapat Hadiah Juara, Erick Thohir Beri Bonus Rp 2 Miliar ke PSM

0
85
PSM Makassar saat melakukan perayaan sebagai juara Liga 1 musim ini. Keberhasilan PSM makin lengkap setelah menyabet penghargaan individual. (Badan Liga Indonesia)
PSM Makassar saat melakukan perayaan sebagai juara Liga 1 musim ini. Keberhasilan PSM makin lengkap setelah menyabet penghargaan individual. (Badan Liga Indonesia)

batampos – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan siap memberi bonus sebesar Rp 2 miliar kepada PSM Makassar, juara kompetisi Liga 1 musim ini.

Dengan hadiah tersebut, Erick berharap dilematis persoalan hadiah bagi juara liga bisa diselesaikan secara konsisten oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Ada ketidakkonsistenan yang dilakukan operator LIB soal bonus juara. Tahun 2015 tidak ada bonus, lalu berikutnya selama dua tahun (2016-2017) disediakan bonus. Namun, sejak 2018 hingga kini tidak ada lagi. Ini menandakan apa? Tidak konsisten,” keluhnya.

Baca Juga: Real Madrid ke Semifinal Liga Champions setelah Kalahkan Chelsea

“Karena itu, untuk menutup kegalauan pemain-pemain PSM, saya dari PSSI akan berikan bonus Rp 2 Miliar. Bonus ini saya berikan untuk hargai jerih payah pemain dan pelatih. Selanjutnya saya akan cek ke PT LIB mengenai ketidakkonsisten sekalian meminta mereka melakukan audit,” ujar Erick Thohir saat konferensi pers di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (19/4/2023).

Erick menambahkan, masalah manajerial merupakan hal yang akan dibenahi di kepengurusan PSSI saat ini. Dalam manajemen olahraga yang benar dan modern, segala hal terkait keuangan, baik yang dikelola PT LIB maupun di PSSI, harus transparan dan menjalani proses audit.

“Saya dengar katanya uang untuk hadiah atau bonus sudah diserahkan LIB ke PSSI. Namun mana? Saya tidak tahu. Begitu juga di PSSI, bagaimana pertanggunganjawabannya. Ini juga membuka celah bahwa ada tercampur antara uang dari LIB, uang FIFA Forward, dan lainnya. Terus terang, saya yang baru masuk 16 Februari lalu kaget mengetahui hal ini. Banyak ketidak konsisten dan tidak terbuka di keuangan LIB dan juga PSSI, sehingga saya akan segera minta dilakukan audit,” tambahnya.

Erick juga mengakui agar PT LIB memahami kerja keras yang sudah dilakukan klub, pemain, dan pelatih dalam berkompetisi. Karena itu, sangat wajar jika klub juara mengharapkan bonus dan keterbukaan.

Baca Juga: Main Imbang Lawan Napoli, AC Milan ke Semifinal Liga Champions

“Saya juga meminta kepada klub juga ikut memperbaiki manajemennya. Jika perlu setiap enam bulan dilalukan audit, sehingga jika terjadi sesuatu, kami di PSSI jadi seperti pemadam kebakaran yang harus menyelesaikan problem akibat mismanajemen klub sendiri,” jelasnya.

Untuk musim kompetisi Liga 1 mendatang, Erick menegaskan akan meminta kepada PT LIB untuk mempresentasikan soal sistem kompetisi dan sistem bonus, serta keuangan secara terbuka. Hal itu bertujuan agar sejak awal klub sudah tahu apa yang menjadi bonus, dan publik pun mengetahui secara jelas.

“Harus lebih baik. Saya ingin datang dan membina sesuatu yang dipercayakan kepada saya menjadi lebih baik. Jangan seperti sekarang, katanya PSSI dapat pembagian 1 persen dari LIB, selain LIB memberikan kepada klub, tapi mana jatah 1 persen bagi PSSI itu. Nah, hal inilah yang harus kita buka,” tegasnya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini