Minggu, 14 Juni 2026

Thomas Partey Absen di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Visa Masuk Kanada Ditolak

Berita Terkait

Thomas Partey dipastikan absen pada laga perdana Ghana di Piala Dunia 2026 melawan Panama setelah permohonan visa masuk ke Kanada ditolak. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

batampos – Timnas Ghana mendapat pukulan telak menjelang laga perdana Piala Dunia 2026. Gelandang andalan mereka, Thomas Partey, dipastikan tidak dapat tampil saat menghadapi Panama setelah permohonan visa masuk ke Kanada ditolak.

Absennya pemain berusia 32 tahun itu menjadi kerugian besar bagi Ghana yang mengandalkan pengalaman dan kepemimpinan Partey di lini tengah untuk mengawali persaingan Grup L dengan hasil positif.

Dalam pernyataan resminya, FIFA mengonfirmasi bahwa Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari kamp latihan Ghana di Boston, Amerika Serikat, menuju Kanada untuk pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026.

“FIFA mengonfirmasi bahwa pemain Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari kamp latihan Ghana di Boston, Amerika Serikat, ke Kanada untuk pertandingan pertama melawan Panama karena permohonan visanya ditolak oleh Pemerintah Kanada,” demikian pernyataan FIFA.

FIFA juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk urusan pemberian visa kepada pemain, ofisial, maupun pendukung.

“Seperti turnamen FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan memasuki negaranya,” lanjut FIFA.

Saat ini, Partey yang bermain untuk klub Spanyol Villarreal tengah menghadapi proses hukum di Inggris. Mantan pemain Arsenal tersebut menunggu persidangan atas tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan kekerasan seksual yang melibatkan empat perempuan berbeda dalam rentang waktu 2020 hingga 2022.

Meski demikian, Partey telah menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang ditujukan kepadanya. Persidangan kasus tersebut dijadwalkan berlangsung pada tahun depan.

Sementara itu, pihak Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) menolak memberikan komentar spesifik terkait kasus Partey. Namun, lembaga tersebut menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat Kanada tetap menjadi prioritas utama.

“Itulah sebabnya IRCC menerapkan aturan secara konsisten tanpa pengecualian, tanpa memandang kewarganegaraan, profil, atau peran seseorang dalam sebuah turnamen,” tulis IRCC dalam keterangannya.

Lembaga tersebut juga menyebut petugas imigrasi memiliki kewenangan untuk menolak masuk seseorang apabila dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan.

Meski tidak dapat tampil di pertandingan yang berlangsung di Toronto, Partey masih berpeluang membela Ghana pada dua laga grup lainnya melawan Inggris dan Kroasia yang akan digelar di Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menyatakan mengetahui proses hukum yang sedang dihadapi Partey. Namun karena belum dinyatakan bersalah dalam kasus pidana apa pun, pemain tersebut tetap diizinkan masuk ke negara itu setelah memperoleh visa.

Kendati demikian, persoalan serupa berpotensi kembali menjadi kendala bagi Ghana apabila berhasil lolos ke fase gugur yang mempertemukan mereka dengan pertandingan yang digelar di Kanada.

Kasus Partey menjadi salah satu dari sejumlah persoalan imigrasi yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Sebelumnya, wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, juga dilaporkan mengalami kendala masuk ke Amerika Serikat meski telah mengantongi visa yang sah. (*)

Sumber BeritaAwani

Update