Minggu, 1 Maret 2026

Stefanie, Pelajar SMP Sekolah Sentosa Perdana Sagulung Sabet 2 Emas Karate Asia-Pacific

Berita Terkait

Stefanie Anastasya Putri Naibaho (tengah).

batampos – Stefanie Anastasya Putri Naibaho, pelajar kelas 7 SMP Sekolah Sentosa Perdana (SSP) Sagulung, Kota Batam menorehkan prestasi membanggakan bagi sekolahnya dan Kota Batam pada umumnya, di ajang kejuaraan karate 6th Asia-Pacific (ASPAC) Hayashi-ha Shitoryukai International Karate Championship di Tangerang Selatan pada 1 hingga 3 Agustus 2025.

Kejuaraan karate ASPAC Hayashi-ha Shitoryukai International ini, diikuti tujuh negara yaitu Indonesia (tuan rumah), Australia, India, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Nepal. Stefanie pada kejuaraan ini, mempersembahkan 2 medali emas pada kelas pemula kata dan komite.

Setelah pulang dari kejuaraan karate ASPAC internasional tersebut, Stefanie kembali menujukkan keperkasaannya dengan mengoleksi 2 emas dan 1 perunggu pada kejuaraan karate Walikota Cup di Stadion Sport Hall Temenggung Mukakuning, pada 15 sampai 17 Agustus 2025.

“Kami bangga atas prestasi yang diraih Stefanie. Ini bukan hanya kebanggaan Sekolah Sentosa Perdana Sagulung, tapi kebanggaan Kota Batam,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan Sentosa Perdana, Dr Andreas Siregar MPd di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Pelajar SD dan SMP Sederajat Berlaga di O2SN Karate Batam, FORKI Dorong Pembinaan Atlet Muda

Karate, kata Andreas, salah satu ekstrakurikuler di SSP Sekolah Nasional Plus Sagulung. Ekstrakurikuler lainnya seperti kesenian, bulutangkis, basket, dan sebagainya.

“SSP Sagulung sebagai sekolah nasional plus mulai dari TK, SD, dan SMP menyediakan ekstrakurikuler. Semua murid boleh mengikuti satu ekstrakurikuler yang diminatinya. Semua gratis, yayasan yang bayar pelatih atau guru ekstrakurikuler,” ujar Andreas.

Atas prestasi Stefanie tersebut, lanjut Andreas, yayasan memberikan beasiswa gratis uang sekolah per semester. Begitu juga dengan siswa-siswa SSP lainnya yang berprestasi akademik dan nonakademik, juga mendapatkan beasiswa dari yayasan.

“Di SSP Sagulung selaku sekolah nasional plus, kami mengembangkan kurikulum menciptakan generasi penerus bangsa yang berprestasi di akademik dan nonakademik. Uang sekolah di SSP Sagulung terjangkau,” terang Andreas.

Kepala SMP Sekolah Sentosa Perdana Sagulung, Celita Sinaga SPd, mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada muridnya yang berprestasi karate tingkat internasional. “Semoga ke depan tetap semangat dan rendah hati. Ini semua tidak lepas dari kerja keras dan usaha Stefanie,” ujar Celita.

Diakuinya, kegiatan ekstrakurikuler di SSP Sagulung di luar jam pelajaran sekolah. Seperti ekstrakurikuler karate, setiap hari Jumat pukul 15.00 sampai 16.00 WIB. “Dibuat di luar jam pelajaran, agar anak fokus dan enjoy,” ungkap Celita.

Atas dukungan yayasan dan guru, diakui Stefanie, memberikan andil besar meraih kesuksesan. “Terima kasih kepada yayasan memberikan saya beasiswa. Terima kasih kepada guru yang memberikan dukungan, membantu pelajaran yang tertinggal saat saya kejuaraan. Terima kasih kepada Sempai (pelatih), atas kesabaran dan bimbingan hingga saya meraih prestasi ini,” ujar Stefanie.

Tak lupa, Stefanie mengimbau pada pelajar lainnya, ayo ikut karate atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya, daripada waktu habis bermain handphone (Hp) atau kegiatan negatif, yang merugikan diri sendiri maupun orang tua.

BACA JUGA: Asah Kemampuan Para Atlet, INKAI FKTI Cabang Batam Gelar Ujian Kenaikan Sabuk

“Mumpung kita masih muda, mari kita manfaatkan waktu sebaiknya dengan mengukir prestasi untuk membanggakan diri sendiri maupun orang tua,” imbau Stefanie. Diakui Stefanie, motivasi dirinya menyukai beladiri karate sejak kelas 4 SD, “menular” dari ayahnya yang merupakan atlet taekwondo dan ibunya atlet silat.

Sempai Karate Hayashi-ha Shitoryukai, Hendra ST, mengungkapkan. lawan berat pada kejuaraan karate ASPAC internasional tersebut Malaysia.

Hendra menyebut, negara jiran tersebut banyak kejuaraan karate, sehingga atlet karate mereka memiliki jam terbang tinggi.

“Di Kota Batam mungkin dalam setahun itu, ada dua kali kejuaraan karate. Tapi, dengan minimnya jam terbang, kita bisa mengusahakan maksimal hasilnya,” ungkap Sempai Hendra.

Memang diakuinya, Stefanie salah satu atlet ke depan bisa “bersinar”, terlebih-lebih Stefanie tekun menggeluti karate sejak kelas 4 SD.

“Kami memohon, agar atlet yang berprestasi diperhatikan. Tanpa dukungan dari pihak sekolah dan orang tua, akan berpengaruh terhadap prestasi anak. Pelatih siap saja melatih, tapi dukungan orang tua dan sekolah itu nomor satu,” pungkas Hendra. (*)

Reporter: Anwar

Update