Selasa, 21 Juli 2026

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Tumbangkan Argentina 1-0 Lewat Gol Ferran Torres

Berita Terkait

Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, berakhir pada Senin (20/7) subuh WIB. Gol tunggal Torres membawa La Roja / Spanyol menang 1-0 atas Argentina sekaligus memastikan gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah Spanyol. Foto: Tangkapan layar.

batampos – Tim nasional Spanyol berhasil merebut gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat.

Gol tunggal kemenangan La Roja dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Spanyol untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia sejak terakhir kali menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, menjadi pahlawan kemenangan setelah memanfaatkan sundulan Nico Williams di dalam kotak penalti. Penyerang Barcelona itu melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Emiliano Martinez.

Gol tersebut mengingatkan publik pada final Piala Dunia 2010 ketika Andres Iniesta mencetak gol kemenangan Spanyol di babak perpanjangan waktu. Kali ini, legenda sepak bola Spanyol itu menyaksikan langsung pertandingan dari tribun stadion.

 

Spanyol Dominan, Argentina Kesulitan Berkembang

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol tampil lebih dominan dalam penguasaan bola maupun penciptaan peluang. Pada babak pertama, seluruh empat percobaan tembakan berasal dari Spanyol, sementara Argentina gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.

Situasi semakin sulit bagi Albiceleste setelah bek Lisandro Martinez mengalami cedera menjelang turun minum dan harus digantikan Nicolas Otamendi.

Memasuki babak kedua, tekanan Spanyol terus meningkat. Ferran Torres sempat memperoleh peluang emas melalui sundulan, namun masih mampu diamankan Emiliano Martinez.

Penampilan gemilang Martinez membuat Argentina tetap bertahan hingga waktu normal berakhir. Kiper Aston Villa tersebut mencatatkan 10 penyelamatan selama 90 menit, menjadi jumlah penyelamatan terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia.

Meski begitu, pertahanan Argentina akhirnya runtuh pada babak tambahan waktu lewat penyelesaian akhir Ferran Torres.

 

Argentina Bermain dengan 10 Pemain

Harapan Argentina untuk mempertahankan gelar semakin berat setelah gelandang Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua akibat pelanggaran terhadap bek muda Spanyol, Pau Cubarsi.

Sebelumnya, Nico Williams sempat mencetak gol pada menit ke-97, namun dianulir wasit Slavko Vincic karena terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya gol.

Sepanjang pertandingan, kapten Argentina Lionel Messi tampil di bawah performa terbaiknya. Sang juara bertahan bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sebuah catatan yang sangat jarang terjadi di partai final Piala Dunia.

 

Spanyol Borong Penghargaan Individu

Keberhasilan menjuarai turnamen juga diikuti dominasi Spanyol pada penghargaan individu.

Bek muda Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen, sementara kiper Unai Simon meraih Golden Glove setelah hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi.

Kapten Spanyol Rodri membawa pulang Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026.

Sementara itu, penyerang Prancis Kylian Mbappe menjadi peraih Golden Boot berkat torehan 10 gol, unggul atas Lionel Messi yang mengoleksi delapan gol.

 

Gelar Kedua Spanyol di Piala Dunia

Trofi Piala Dunia 2026 menjadi gelar kedua Spanyol sepanjang sejarah setelah sukses pertama pada 2010. Raihan tersebut membuat Spanyol kini sejajar dengan Prancis dan Uruguay yang sama-sama mengoleksi dua gelar juara dunia.

Brasil masih menjadi negara tersukses di ajang Piala Dunia dengan lima gelar.

Bagi pelatih Luis de la Fuente, keberhasilan ini juga mencatatkan sejarah tersendiri. Pada usia 65 tahun, ia menjadi pelatih tertua yang berhasil membawa timnya menjuarai Piala Dunia.

Di sisi lain, Argentina gagal mengikuti jejak Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962) sebagai negara yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.

Final Piala Dunia 2026 juga menjadi laga bersejarah karena untuk pertama kalinya mempertemukan juara bertahan Eropa dan Amerika Selatan sekaligus dua tim peringkat teratas dunia dalam perebutan trofi paling bergengsi di sepak bola internasional. (*)

Update